Sebagi wanita multi tasking, kegiatan mencuci piring, sering jadi momen untuk aku melakukan refleksi di luar kegiatan ibadah rutin. Tangan tetap bergerak, tapi pikiran bisa bermain, karena aku jadi bisa ngobrol dengan diri sendiri. Sekelumit pertanyaan dasar: Kenapa aku tidak nyaman hari ini? Apa sebenarnya yang sedang aku pikirkan dan rasakan?
Di tengah peran yang sering berjalan bersamaan, pikiran yang penuh bisa membuat kita tanpa sadar tenggelam dalam emosi.
Pelan-pelan, aku belajar untuk lebih sadar:
1. Menyadari apa saja yang sudah terjadi hari ini
Terkadang kita terlalu larut menjalani hari, sampai lupa benar-benar hadir di dalamnya.
2. Menyadari perasaan yang paling dominan di setiap kejadian
Ada kalanya kita terlihat baik-baik saja, tapi ada rasa kecil yang tertinggal dan kita abaikan. Padahal, tidak semua hal perlu kita paksakan demi terlihat “baik” di mata orang lain.
3. Bertanya pada diri sendiri: setelah sadar, lalu apa?
Seringkali kita berhenti di tahap menyadari, tapi lupa menentukan langkah. Apakah ingin melanjutkan, atau justru perlu berhenti sejenak?
4. Menyelesaikan dan memulai kembali dengan kesadaran baru
Saat sudah memilih, coba dengarkan kembali: apa yang sebenarnya kita butuhkan saat ini?
Tanpa kita sadari, kesadaran adalah salah satu bentuk empati kita pada diri sendiri. Menyadari apa yang hadir di dalam diri, menerimanya, kemudian memberikan perhatian sejenak.
Pastikan piringnya ga cuma 1 untuk dicuci, supaya ada banyak waktu untuk kita berbicara sama diri sendiri.