AES 1228 Is It How It Feels Like?
joefelus
Wednesday October 30 2024, 3:06 PM
AES 1228 Is It How It Feels Like?

Saya duduk di meja kerja yang besar, yang baru tiba dari Jepara beberapa hari yang lalu. Bau rokok keretek membuat kepala saya berdenyut-denyut. Ketika saya tiba di Indonesia hampir 3 bulan yang lalu, yang pertama kali saya perhatikan adalah orang merokok di mana-mana. Setelah saya berhenti merokok bertahun-tahun yang lalu, baunya sekarang begitu mengganggu, membuat napas saya sesak dan kepala saya sakit. Tidak kalah terganggunya seperti ketika saya terakhir kali mengunjungi Las Vegas, disana justru bau jenis rokok terlarang yang dapat saya temui dimana-mana. Kalau di Indonesia, mereka-mereka ini akan segera menjadi penghuni kamar-kamar berjeruji, karena ini benda terlarang! Colorado juga melegalkan jenis rokok psikotropika itu, tapi saya tidak menemui bau-bauan sebebas di Las vegas. Baunya membuat saya mual-mual dan sakit. Sayangnya di setiap penjuru kota ini bisa dijumpai, bahkan teman-teman saya sendiri memilih toko yang menjual benda haram ini sebagai tempat perhentian pertama.

Sangat masuk akal jika saya ingin proyek perbaikan rumah ini segera selesai, bukan? Hampir 3 bulan saya menderita. Aneh dulu saya menjadi salah satu diantara mereka. Saya ingin rumah saya menjadi rumah yang sehat, bersih dari segala jenis asap dan bau-bauan. Saya ingin halaman yang hijau dan asri, serta rumah yang bersih, kalau bisa dari debu apapun.

Kano baru saja melakukan Video call. Saya di rumah, Ibunya di kantor dan Kano pada saat itu sedang bersiap-siap pulang dari tempat kerjanya. Saya sempat menyapa orang-orang yang menjadi bagian dari keluarga besar pekerja di Colorado State University. Saya pernah menjadi bagian dari mereka yang bertemu hampir setiap hari. Sangat menyenangkan dapat bertutur sapa dengan mereka lagi.

Selesai berbincang-bincang, walaupun rasa kangen saya pada Kano berkurang, tapi rasa kangen dan kehilangan pada hal-hal lain semakin memuncak. Kano memperlihatkan keadaan di sana walau sudah malam, saya masih dapat menyaksikan dedaunan yang belum gugur dan berwarna merah serta oranye. Katanya besok akan mulai turun salju pertama musim ini.

Sesudah percakapan kami usai, saya berdiam diri cukup lama. Begini kah rasanya? Tanya saya dalam hati. Selama ini belum terlalu terasa, saya masih menjalani masa "bulan madu" dalam menjalani awal-awal masa istirahat saya. Melepaskan segala sesuatu itu memang sangat berat, saya sudah berkali-kali berbincang-bincang soal ini. Identitas saya sebagai orang yang produktif, memiliki pekerjaan yang mapan dan baik, mejalani rutinitas setiap hari, memikul tanggung jawab atas hal-hal yang spesifik tiba-tiba lenyap. Yang tersisa hanya kesedihan, merasa kehilangan dan kekosongan, kesepian dan disorientasi. Ini memang hal-hal normal yang biasa setiap orang rasakan tapi memang pada saatnya harus bisa saya singkirkan dan tidak perlu berlarut-larut dipertahankan.

Saat ini memang belum benar-benar terasa. Baru kehilangan rekan-rekan kerja, suasana yang biasa saya jalani selama sekian tahun. Satu hal yang mungkin saya benar-benar nikmati adalah tidak adanya tuntutan kewajiban. Saya menikmati bangun pagi dengan santai, tidak harus tergesa-gesa membersihkan diri dan berangkat kerja. Saya tidak pernah terlambat karena selalu berangkat sangat awal. Nah itu tidak lagi saya alami. Sekarang saya bisa berleyeh-leyeh, tanpa harus bergegas, bahkan kalau mau saya bisa tidak mandi seharian, hanya karena tidak ada tuntutan, dan tidak ada keharusan dan juga karena saya bisa! Hahaha..

Saat ini saya memang masih disibukkan dengan berbenah. Memang saya hanya jadi "mandor" jadi secara fisik tidak melakukan apa-apa, hanya menyatakan keinginan saya secara spesifik pada hal-hal tertentu dan menyampaikannya pada para pekerja. Hanya instruksi yang saya sampaikan. Ini distraksi yang ampuh. Tapi sedikit demi sedikit saya mulai bertanya-tanya, apakah rasa sepi, rasa kehilangan akan tanggungjawab dan pekerjaan, kehilangan merasakan keseruan menjelang gajian (hahaha) dan semua itu, apakah pada saatnya nanti akan benar-benar menghantam saya? Apakah seperti itu rasanya? Mudah-mudahan saja saya siap menghadapinya.

Foto credit: silvermagazine.co.uk

You May Also Like