AES 1151 Perjuangan
joefelus
Saturday July 20 2024, 10:21 AM
AES 1151 Perjuangan

"Eh kapan aku bisa unggah foto-foto?" Tanya saya.

Saya pikir semua urusan sudah selesai, bahkan Nina sebetulnya sudah diwisuda 3 bulan yang lalu walau memang sidang defense disertasinya baru bulan kemarin lalu kemudian masuk masa revisi dan kemudian naskahnya sudah dikirim untuk diterbitkan. Semua sudah selesai dan beberapa minggu lagi kami akan pulang ke tanah air.

"Sok aja." kata Nina

Tapi kemudian saya memang ada janji dengan Kano yang hari ini libur kerja untuk makan siang sama-sama. Nina harus bekerja, sementara hari ini sebetulnya saya bisa kerja hybrid, hanya saja karena sekarang tempat tinggal kami jauh, saya lebih baik nanti tinggal di kantor hingga saat menjemput Nina.

Saya kemudian menjemput Kano di apartemennya lalu kami pergi ke Big Daddy's Burger Bar. Saya mengikuti saja keinginan Kano. Saat-saat sekarang ini bukan makanan yang saya inginkan, tapi kebersamaan dengan dia.

Saya kembali ke kantor selesai makan. Kano memilih pulang ke apartemennya. Lalu sambil mengisi waktu karena semua pekerjaan saya sudah selesai dan hanya menanti waktu pulang, saya mulai sibuk mengunggah beberapa foto.

Bukan fotonya, bukan juga kebangaannya. Yang saya unggah adalah simbol perjuangan yang telah kami hadapi selama bertahun-tahun. Yang saya tampilkan adalah sejarah perjalanan hidup keluarga saya. Yang saya ingin perlihatkan adalah ketekunan, ketabahan, pedih-perih perjuangan, rasa sakit karena cibiran, rasa lapar karena kekurangan, dan banyak lagi. Yang saya tampilkan bukan gambar keberhasilan semata-mata, tapi adalah sebuah mimpi yang sudah terwujud. Ini salah satu ujung perjalanan yang sudah sekian lama kami susuri. Nah ini yang ingin saya tunjukkan.

Kebetulan saya sendirian saja di kantor. Teman-teman sudah pulang atau bekerja di tempat lain sehingga memang saya bebas dapat memutar musik-musik kesukaan serta mulai memandangi foto-foto yang barusan saya unggah. Saya kembali ingat di awal perjalanan ini, bahkan berbagai rintangan sudah kami alami sejak sebelum menginjakkan kaki di rantau. Di tanah asal perjuangan sudah dimulai, bagaimana perijinan bermasalah, bagaimana karena pihak yayasan menghalang-halangi dan bagaimana Kano dan saya harus terjerumus ke jurang yang dalam karena sumber daya yang terputus. Hanya tekad bulat yang terus kami pegang sehingga petualangan ini dapat kami paksakan untuk terjadi.

Saya ingat ketika duduk di warung dekat sekolah Kano harus menjawab telepon dari belahan dunia lain karena saat itu Nina sudah di Fort Collins. Dia sangat khawatir pada keadaan kami karena permasalahan berat yang harus saya dan Kano hadapi terkait dengan permasalahan Nina dengan yayasan. Ini justru semakin menguatkan tekad saya untuk bisa membuktikan bahwa kami tidak mudah begitu saja menyerah. Itu awal-awal yang sangat berat untuk kami bertiga. Untungnya, lagi-lagi saya mempunyai "keluarga" yang selalu mendukung. Sahabat-sahabat yang saya jadikan "keluarga" membesarkan hati kami.

Itu hanya sebuah contoh. Itu yang sebetulnya ingin saya ungkapkan bahwa tekad dan perjuangan sangat berarti dalam sebuah perjalanan. Foto-foto itu hanya gambar, tapi yang ada dibalik itu yang jauh lebih berarti bagi kami. Saya begitu terharu. Ini adalah sebuah perjuangan yang luar biasa!