AES20: Perjalanan Berangkat dan Hari-Hari Lambat
Farzan
Tuesday May 12 2026, 3:56 PM
AES20: Perjalanan Berangkat dan Hari-Hari Lambat

Tahukah kamu, mengapa perjalanan pulang terasa lebih cepat daripada berangkat? Itu karena fenomena psikologis yang disebut sebagai return trip effect, di mana otak kita sudah familiar dengan rute perjalanan sehingga tidak perlu bekerja keras memproses informasi baru

Prinsip yang sama bekerja saat kita berada di lingkungan yang asing dan tidak familiar. Biasanya, kita memiliki rutinitas; alur dan irama sehari-hari yang bisa diikuti tanpa banyak berpikir. Kita tinggal melaluinya setengah bangun, mengambang mengikuti arus hari-hari. 

Saat kenyamanan yang melenakan itu ditarik, kita bagaikan disengat bangun. Benak kita menyadari setiap hal baru, setiap detik yang berlalu, setiap detail dan ketidaknyamanan. Kita hidup. 

Aku menulis ini pada hari keenam perjalanan kami, KPB kelas 11, di kota Temanggung. Aku mulai terbiasa dengan rumah tinggal kami yang besar dan kelabu, jalan sawah yang membentang sejauh mata memandang, juga warga dusun Ngadiprono yang ramah dan tak pernah menutup pintu.

Meski begitu, aku masih teringat betapa lambat hari-hari pertama kami di sini. Waktu merangkak, setiap detik mengungkung dalam ketidaknyamanan; semua makin diperparah setiap kali aku diingatkan diri sendiri kalau ini baru awalan, kalau hari-hari ke depan akan selalu seperti ini.

Tapi dalam waktu itu juga, aku belajar untuk beradaptasi. Kita didorong untuk mengambil keputusan yang biasanya takkan kita ambil, mencoba hal yang biasanya kita hindari. Saat kita berada di posisi yang tidak nyaman, kita tak punya pilihan lain selain menyingkirkan semua batas-batas yang mengungkung kita saat ini dan melangkah maju, seperti ulat yang dipaksa keluar dari nyaman kepompong agar bisa menjadi kupu-kupu yang terbanh menjemput langit.

Di Semi Palar, kami selalu diwanti-wanti tentang bagaimana keluar dari zona nyaman merupakan tahap penting dari memulai proses pembelajaran. Di sini, ratusan kilometer dari sekolah, aku akhirnya melihat bukti nyata dari pernyataan tersebut.