AES07 Terima Kasih
feranandini
Tuesday November 11 2025, 9:26 AM
AES07 Terima Kasih

Semalam, tukang kebun di rumah menyerahkan satu plastik alpukat. Wah, alhamdulillah..baru panen nih.
Jadinya, pagi ini saya menyiapkan sandwich isi alpukat dan telur. Merasa senang dan puas sudah bisa menyiapkan sarapan sehat untuk anak-anak. Yah, setidaknya asupan karbo, protein dan lemak baik terpenuhi pagi ini. Apalagi, di kelas Althaf memang sedang ada checklist harian di mana "sarapan sehat" menjadi salah satu poin yang harus dipenuhi.

Sandwich saya siapkan di atas meja makan dan saya pun langsung memanggil Althaf, yang sedang bermain dengan sepupunya, untuk segera sarapan.

Althaf dan sepupunya pun menghampiri meja makan dan melihat makanan yang sudah disiapkan.
"Yaah, Abang ngga suka alpukat digituin", kata Althaf.
"Eew, apa itu ijo-ijo? Pantesan kok kaya ada bau-bau aneh. Kaya bau TPS", kata sepupunya.


Wow, sungguh reaksi yang tidak kuharapkan. Kok sedih amat sih disamain sama TPS πŸ₯².

Hmmm...paham sih, asal nyeletuk aja itu mah. Tapi bukan berarti bisa dibenarkan dan dibiarkan begitu saja. Tampaknya, malam ini perlu ada sesi ngobrol-ngobrol dengan 2 anak ini.

Saatnya mengeluarkan jurus "kisah Nabi". Kisah ketika Nabi Muhammad saw disajikan makanan yang tidak Beliau sukai dan bagaimana adab terhadap makanan-makanan yang disajikan. Biasanya kalau dinasehati dengan kisah-kisah yang bisa dijadikan panutan akan lebih meresap dibandingkan hanya sekedar bilang, "kamu tuh seharusnya ngga gitu..bla..bla..bla". Ya ngga sih? 😁

Ketika merasa butuh jeda sejenak dan menata hati yang sedikit kesal mendengar komentar TPS tadi, saya berjalan menuju sofa dan melihat ada satu buku terjatuh dari tumpukan buku-buku hasil Situbucang. Memang buku-buku hasil Situbucang masih ditumpuk saja di ruang keluarga dan belum disusun di rak buku. Karena biasanya Pak Wibi akan menyampulnya dengan sampul plastik terlebih dahulu.

Saya kemudian mengambil buku itu. Sebuah board book anak yang berjudul "Terima Kasih". Ilustrasinya yang menarik menggerakkan tangan saya untuk membuka buku tersebut dan membaca tulisan di halaman pertamanya.

"Terima kasih untuk sarapan pagi ini, Ibu!"

Hmmm....lah kok pas banget siiih?? πŸ₯²

Baca halaman kedua,
"Terima kasih sudah membantuku mengikat tali sepatu, Ayah!"

Dan tangan ini pun lanjut membuka seluruh halamannya sampai akhir. Isinya ucapan-ucapan terima kasih kepada orang-orang sekitar terhadap hal-hal sederhana di kehidupan sehari-hari.

Saya pun jadi berpikir.. hmm, iya ya.. terkadang kita suka lupa mengucapkan terima kasih terhadap hal-hal yang telah menjadi rutinitas di keseharian dan menganggap bahwa memang itu sudah tugas orang lain.

Misalnya:
Lupa berterima kasih terhadap ibu yang sudah menyiapkan sarapan tiap pagi karena merasa bahwa itu memang sudah tugas harian ibu.

Lupa berterima kasih kepada ayah yang sudah mengantar jemput tiap hari, karena memang tugas Ayah mengantar jemput.

Lupa berterima kasih kepada anak ketika mereka mengerjakan tantangannya dengan optimal, karena merasa memang sudah seharusnya seperti itu.

Lupa berterima kasih kepada asisten rumah tangga yang sudah bersedia membantu meringankan pekerjaan rumah, karena merasa kita sudah menggaji mereka untuk mengerjakan pekerjaan itu.

Padahal, kata "Terima kasih" sepenting itu..makanya masuk dalam daftar Kata Ajaib kan?
Dan di halaman terakhir buku tersebut ada tulisan, "Aku merasa senang ketika berterima kasih".

Ya, bukan hanya membuat orang lain senang ketika kita mengucapkan terima kasih..tapi yang mengucapkannya pun bisa merasakan senang. Ada perasaan syukur dan bahagia di dalamnya.

Buku ini menjadi reminder bagi saya juga..untuk mulai membiasakan kembali mengucapkan "Terima kasih" kepada hal-hal kecil yang biasanya terlupa.

Lei
@lei   6 months ago
pas bgt sih itu kaya semesta pgn melipur lara ibu abis sedih krn komentar TPS πŸ₯² makasi udh berbagi ceritaa (boleh juga loh berbagi alpukat.. eeaakk 🀣)
murdeani
@murdeani   6 months ago
Nice Feraaa... Keep on writing!
Andy Sutioso
@kak-andy   6 months ago
Terima kasiih sudah menuliskan kisah manis ini Fera πŸ™πŸΌπŸ€—
You May Also Like