Masih tentang teh... Kali ini saya mau membahas teh putih.
Teh putih terbuat dari tanaman Camellia sinensis. Daun dan kuncupnya dipetik tepat sebelum mereka benar-benar terbuka, ketika mereka ditutupi oleh rambut putih halus.
Teh hijau dan teh hitam juga dibuat dari tanaman yang sama. Namun, metode pemrosesan yang berbeda memberi mereka rasa dan aroma yang unik. Teh putih adalah yang paling sedikit diproses dari ketiga teh tersebut. Karena itu, teh putih memiliki jumlah antioksidan yang tinggi.
Rasa aslinya ada sedikit asam, kurang cocok jika dicampur madu. Bila ditambahkan gula, rasa asamnya bisa sedikit hilang. Diseduh dan diminum saat masih hangat, memberi rasa segar di tenggorokan. Bisa dinikmati panas atau dingin, sesuai selera.
Ini dia manfaat dari teh putih untuk tubuh kita:
Teh putih baik dikonsumsi dengan teratur untuk memberi manfaat pada tubuh. Proses pembuatan juga terbilang mudah. Cukup tambahkan teh putih ke dalam panci dan tuangkan air panas ke atas daun teh. Biarkan daunnya terendam selama lima sampai delapan menit, lalu saring dan sajikan tehnya.
Idealnya, suhu air harus 75–85 °C. Hindari menggunakan air mendidih karena dapat merusak rasa lembut teh putih. Sebaliknya, didihkan air, lalu diamkan selama satu atau dua menit hingga dingin.
Sambil baca-baca tulisan teman-teman di atomic essay ini... Segelas teh hangat mendamaikan hati dan tubuh yang resah oleh hujan sejak sore tadi... (Tuh kan, terinspirasi tulisan Kak Mutia nih...)
Selamat nge-teh!!
Salam,