Masih tentang Stoa yang pelan-pelan membenahi perspective dan tindakan saya. Sebelum mempelajari Stoa saya termasuk orang yang sangat gampang merasa khawatir dan berujung menyalahkan diri. Sesederhana saya terlambat ke sekolah karena Hujan turun di pagi hari, saya merasa bahwa sepenuhnya kesalahan saya. Berujung berpikir harusnya saya berangkat lebih awal dari biasanya. Padahal hujan turun itu berada diluar kendali, yang bisa saya lakukan adalah bagaimana cara saya merespon hujan turun dan berusaha agar tidak terlambat. Upaya yang berada dalam kendali saya menyediakan payung dan jas hujan agar tetap bisa berangkat ke sekolah tanpa terlambat. Selain itu dulu saya bisa frustasi ketika saya mengajar siswa berulang namun tidak juga dimengerti, saya sadari bahwa yang ada dalam kendali saya adalah bagaimana cara menyiapkan pembelajaran yang efektif untuk siswa, menggunakan metode paling dekat dan cocok, memfasilitasi,memberikan ruang, mendengarkan, memotivasi , dan mengusahakan rasa aman dan nyaman mereka dalam belajar. Menjadi tersadar yah membersamai siswa itu bukan hanya tentang ego menjadikan mereka super tetapi bagaimana mengeluarkan potensi mereka melalui proses belajar itu sendiri. Selain itu, terjebak dalam kemacetan adalah momen marah-marah walau tidak tahu harus marah pada siapa, bis atau kereta yang ditunggu tidak tepat waktu bisa mempengaruhi mood seharian. Serta banyak hal lain yang terlihat sederhana namun saya gagal dalam memberikan respon yang benar. Menjadi paranoid kecil-kecil yang akan menjadi paranoid besar yang menganggu ketika tidak bisa dikendalikan.
Mempratikkan Stoa berarti memilih untuk hidup bahagia dengan membebaskan diri dari emosi atau perasaan yang menganggu. Seperti mengelola emosi negatif namun tidak stuck hanya di berpikir positif yang tidak terkendali. Proses kendali bisa terlaksana karena kita berhasil melakukan penerimaan lalu mengelolanya sehingga mampu membedakan apakah fenomena atau peristiwa ini dalam kendali kita atau malah sebaliknya. Menurutku, tujuan akhir dari mempratikkan Stoa adalah untuk menghindari penyakit jiwa yang bisa dirasakan dengan melatihnya sehari-hari. Lantas, Pertanyaan terakhir sebelum mengakhiri tulisan ini apakah mempratikkan Stoa akan Bias? Terlepas dari pertanyaan ini hingga saat ini saya masih merasa saya semakin tenang dalam menjalani kehidupan. Semakin bisa dalam berpikir tenang dalam menata segala langkah baik menuju masa depan. Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan ini.
Mantap... nyambung ya dengan obrolan kita tentang Literasi Diri. 🙏🏼😇