Belum lama ini aku menyadari kalau aku suka menulis. Aku menyukai kegiatan menulis. Aku banyak menulis. Apa-apa harus dituliskan (di buku tulis pakai pensil). Tapi kenapa yang selalu muncul di kesadaran adalah, “aku ini pandai berbicara”? Tidak sama sekali merasa bahwa aku ini penulis. Padahal aku rajin menulis sejak kecil hingga sekarang.
Tampaknya lebih mudah merasa sebagai ‘pembicara yang baik’ karena ini ada hubungannya dengan penilaian dan rekognisi dari orang lain. Sebuah label prestasi. Sementara tulisanku adalah untuk dibaca diriku sendiri, bahkan tidak sedikit yang berstatus rahasia. Karena tidak menuai pujian, lantas aku tidak menganggap diriku pandai menulis.
Kenapa aku selalu menulis sejak kecil? Menurutku semua kisah hidup jika hanya disimpan sendiri, sungguh menyesakkan! Manusia adalah makhluk pencerita. Butuh untuk bercerita. Bahkan bagiku, kesepian muncul karena ketidakbisaan untuk bercerita.
Tapi cerita itu butuh pendengar yang jiwanya hadir. Mendengarkan adalah menghadirkan jiwa untuk bersentuhan dengan jiwa si pencerita. Bercerita pada tembok bukanlah bercerita namanya!
Lantas bagaimana dengan aku yang selalu bercerita lewat tulisan yang tidak dibaca orang lain? Rasanya juga seperti bercerita pada sebuah jiwa yang hadir. Hanya saja bukan jiwa orang lain, namun jiwa sendiri. Diriku sebagai pencerita dan juga pendengar cerita. Jiwa diri yang berlatih jujur lewat penceritaan, juga jiwa diri yang berlatih untuk hadir di setiap kisahnya.
Kesepian adalah tidak menemukan jiwa yang hadir untuk mendengarkan cerita kita. Maka sepertinya kita sulit untuk merasa kesepian jika sering bercerita, setidaknya kepada diri sendiri.
Menulis ya menulis saja
Selama ini juga bukan untuk tepuk tangan orang lain
Menulis ya menulis saja
Seperti yang aku nikmati manfaatnya sejak kecil
Menulis ya menulis saja
Ya, kali ini aku akan membagikan tulisanku untuk dibaca orang lain.
Selamat bu Firly untuk cerita pecah telornya! Selamat keluar dari zona aman🤗
Yaay. Selamaat Firly. Selalu senang mendengar teman yang berani menerobos keraguannya untuk menulis. Semoga berlanjut dan berlanjut. Mari saling berbagi enerji. Nuhuun. 🙏🏼🤗