Tanaman rumahan itu spesial, apalagi tanaman koleksi. Menyiram ada jamnya, dijemur ada durasinya, dipupuk ada intervalnya, nutrisi tambahannya juga macam-macam ada vitamin B1, pupuk kandang, NPK, osmocote, pupuk organik, semua diselang seling tergantung kebutuhan, belum media tanamnya campuran berbagai macam media yang perlu fermentasi, pH tanah diperhatikan. Apapun yang diperlukan untuk menjaga tanaman ini tumbuh subur, tidak lupa diberi insektisida supaya tidak diganggu hama kutu, siput, jamur atau lainnya, bisa-bisa rentan busuk batang atau akarnya. Merawatnya sama seperti merawat bayi.
Cerita pertanaman ini lumayan seru, jarak jauh tidak masalah biasanya kubeli dari jember, malang, bogor, batu nanti dikirim oleh ekspedisi selama 1-2 hari. Tanaman yang dikemas baik jarang stres, kalau stres selama perjalanan akan ada tanda, tandanya daun menguning. Sampai rumah setelah buka paket tanaman harus diangin-angin dulu, simpan ditempat teduh beberapa hari sambil disiram B1, setelah seminggu bisa dipindah ke pot baru tapi media tanamnya tidak boleh diganti nanti stres. Proses menambah mengganti media tanam juga harus melihat kondisi tanamannya dulu. Kalau stresnya terlalu lama daun tanaman akan rontok, kemudian mati. Sedih kan.
Tanaman-tanaman ini kalau sudah nyaman, mulai besar dan tumbuh subur biasanya sudah kuat dipindah ke area luar. Pindah ke tanah langsung atau potnya ditaruh diatas tanah. Perawatannya semakin sederhana tidak sekompleks dulu saat masih jadi penghuni baru taman. Kuat diterpa angin, hujan deras dan matahari terik. Semakin bandel. Semakin bisa ditinggal jalan-jalan. Tidak perlu repot-repot dengan jadwal-jadwal tadi.
Tapi ya sudah sepantasnya kita repot begitu, tanaman-tanaman itu hasil persilangan berbagai jenis varietas, entah persilangan yang keberapa kali bisa jadi seperti ini. Tanaman indah yang dipandang. Buatan tangan manusia, hidup di lingkungan buatan manusia. Jangan-jangan ini adalah strawberry generation versi tanaman hahahaha.
Mirip ya?
Sedang naik daun istilah strawberry generation. Katanya anak-anak yang sulit beradaptasi di dunia luar. Dunia kita. Katanya hidupnya terlalu nyaman sampai-sampai tidak sanggup bertahan di dunia kerja. Mati sebelum berkembang.
Lagi-lagi proses adaptasi menurutku. Lingkungan mereka tumbuh berbeda di lingkungan mereka sekarang berpijak. Butuh saling pengertian bukan saling menjatuhkan antar generasi. Semua punya kekurangan dan kelebihan. Butuh kesabaran dan waktu untuk beradaptasi. Mungkin karena itu kita disebut generasi impatience. Tidak sabar melihat proses adaptasi generasi muda. Bukannya berkolaborasi malah bersaing. Melihat sebagai kompetitor bukan rekan yang sama-sama sedang tumbuh berkembang.
Tapi aku optimis, mereka bisa menjadi orang suatu hari nanti, kita dampingi saja proses mereka, bagaimanapun mereka ini hasil didikan kita yang tidak sempurna. Dimanjakan di rumah tapi perlu disiapkan untuk keluar menghadapi dunia. Kadang kita menilai mereka sudah besar sudah tidak perlu dampingan lagi itulah kesalahan kita padahal proses adaptasi tergantung individu masing-masing, ada yang cepat ada yang lambat. Berlaku untuk keduanya. Keduanya perlu belajar saling melepaskan.
Dampingi dengan tulus sampai mereka bisa berdiri sendiri berjalan menjauh dari kita dengan tegap dan tersenyum. Terima kasih sudah mendampingiku, menemaniku selama proses adaptasi ini, sekarang aku siap melangkah sendiri mengejar cita-citaku!
Wah suatu saat saya akan konsultasi kalau begini!
Hahaha sama Pak.. monstera mint ini masih ada dikeranjang wishlist belom kesampean beli๐โโ๏ธ
1 Tips penting kalau beli tanaman: tanya dulu bandel apa ngga? Yang gemes2 biasanya cepat sekarat Pak๐๐