Tulisan ini merupakan cuplikan tulisanku dari buku "Journey To The West" yang akan direlease di sekitaran bulan Agustus.
Pada presentasi ekspedisi Tana Humba pertama kami, rasanya kami banyak sekali “gamparan” yang kami terima. Banyak sekali kelalaian kami yang terungkap dalam proses persiapan ekspedisi kami ke Sumba, persiapan ini dan itu semua kurang. Namun hal yang paling menonjol dan selalu dimention oleh kakak-kakak adalah spirit atau semangat kami yang hilang. Nampaknya kami kurang banyak menyebarkan dan memperlihatkan semangat kami yang selama ini disimpan didalam kami-kami saja melalui media-media apapun, terutama AES (Atomic Essay Smipa)sih.
Karena presentasi pertama kami kurang baik akhirnya perjalanan Sumba ditunda, kami merombak ulang proposal kami lalu merencanakan ulang presentasi kedua. Pada presentasi kedua tampaknya kami tidak belajar banyak dari presentasi pertama hahahaha, kami terlalu fokus ke hal teknis dari ekspedisi Sumba sehingga lupa menceritakan betapa semangat dan gak sabarnya kami pergi ke Sumba serta kerja keras kami dalam berusaha pergi ke Sumba.
Kalau dipikir-pikir kembali, luar biasa sih usaha kami dalam terus giat mencoba dan tidak hilang harapan walaupun sempat ditunda. Saat diberi tahu bahwa kami harus membuat presentasi kedua rasanya aku malah lebih semangat untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan kami sebelumnya. Aku sadar bahwa Ekspedisi Sumba bukan lah sebuah hal yang sepele, sebuah ekspedisi besar yang perginya saja pakai pesawat dan jauhnya melebihi ekspedisi-ekspedisi sebelumnya. Aku bersyukur waktu itu aku bisa berusaha dengan sungguh-sungguh sehingga proses yang melelahkan waktu itu akhirnya terbayarkan dengan terlaksanannya Ekspedisi Sumba ini.