AES 636 Dole Street
joefelus
Sunday February 19 2023, 2:00 AM
AES 636 Dole Street

Saya bagun pagi sekali. Sebetulnya sangat amat pagi, sebab ternyata sesudah beberapa hari di sini tubuh saya belum mampu menyesuaikan dengan perbedaan waktu. Pukul 2 pagi saya sudah terbangun. Itu sama saja dengan pukul 5 pagi di Fort Collins. Sesudah beberapa kali mencoba kembali tidur, saya akhirnya menyerah dan bersiap-siap. Saya harus memindahkan kendaraan ke tempat parkir seharusnya. Semalam saya terlalu lelah, sehingga parkir di samping gedung tempat kami menginap, dengan catatan sebelum pukul 6:30 pagi saya sudah harus memindahkannya jika tidak mau kena ticket.

Di luar ternyata hujan gerimis dan masih sangat gelap. Saya langsung ingat sekitar 25 tahun yang lalu ketika tinggal di sini. Tempat kerja saya hanya beberapa block jauhnya. Saya biasa berangkat kerja sebelum pukul 6 pagi. Berjalan kaki sepertinya sudah menjadi kegemaran saya sejak dulu. Dari Hale Manoa, nama asrama tempat saya tinggal, saya berjalan kaki dalam gelap. Seringkali berjumpa dengan beberapa orang ibu-ibu petugas kebersihan, mereka berasal dari Philipina dan sangat ramah dengan bahasa Inggris terbata-bata. Saya selalu menyapa mereka,"Good morning!" Lalu selalu menunggu jawaban mereka yang lucu bersama-sama,"Good morning, too!" Hahaha.. itu menjadi ritual hampir setiap pagi dan saya selalu berusaha menyembunyikan tawa karena jawaban mereka atas sapaan saya yang lucu ini. Namanya Hawaii, bahasa Inggris penduduk sini memang hancur lebur, apalagi dikalangan para pekerja kasar yang pendidikan mereka sangat terbatas.

Jalan-jalan yang dulu saya selalu lalui masih sama, gedung-gedung masih yang itu-itu juga bahkan pepohoan, tanaman perdu pinggir jalan serta patung 3 orang yang sedang ngobrol masih ada di sana. Hampir tidak ada perubahan yang tersentuh sesudah sekian lama. Hanya saja sekarang jalanan menjadi jauh lebih ramai, bahkan jalanan di dalam kampus dan Bus kota ada yang nomor serta rutenya yang tidak saya kenal. Dulu tidak ada bus nomor 103, atau nomor 13, sekarang mereka masuk kampus, bahkan bus nomor 18 yang biasa saya naiki sekarang melalui arah yang berlawanan.

Di pertengahan Dole Street antara East West Center dan University Avenue, ada patung keren. Patung 3 orang berdiri seperti yang sedang berdiskusi. Sejak lebih dari 25 tahun yang lalu saya ingin sekali berfoto dengan mereka hahaha.. Maklumlah dulu belum ada kamera digital (kelihatan sekali sudah uzurnya ya haha) Sudah ada sih kamera digital yang diawal-awal, hanya 1 mega pixel hahaha.. itu saja dulu sudah membanggakan, orang-orang sudah mulai pamer jika sudah memiliki kamera digital. Saya masih tetap mencintai Kamera SLR, yang kalau Nikon biasanya dimulai dengan F, sementara sekarang sudah D. Mungkin dari kata digital. Eniwei, alasan kenapa saya belum pernah foto di sana karena film mahal hahaha.

Entah sudah berapa ribu kali saya melewati jalan utama di samping East West Center, yg dikenal sebagai Think Tank bagi Asia dan Pasifik yang sesuai namanya berusaha menjebatani antara Barat dan Timur. Eniwei, saya biasa mengambil jalan pintas memotong gedung fakultas teknik yang persis berada di depan gedung EWC (East West Center). Lalu berjalan menyusuri jalan Dole, melewati fakultas hukum dan fakultas musik yang berada di perempatan antara Dole dan University Avenue. Tempat-tempat ini begitu lekat dalam ingatan karena merupakan keseharian saya selama bertahun-tahun. 

Menurut David Bucci, otak kita langsung merekam ketika melewati tempat tertentu. Misalnya memasuki sebuah kantor, kita langsung merekam letak meja, kursi, lukisan dan sebagainya. Begitu yang saya rasakan ketika keluar dari tempat parkir dan berjalan. Saya langsung mengenali semuanya. Seandainya saya berjalan dengan mata tertutup saya bisa tiba di tujuan karena di kepala saya langsung memiliki "GPS" yang bekerja dengan sempurna.

Para psikolog ada yang mengatakan bahwa memory manusia itu "nyambung" dengan "dimana". Maksudnya memori itu sangat lekat dengan tempat. Entah betul atau tidak karena saya tidak terlalu mengerti tentang psikologi, yang saya alami memory dan tempat itu menjadi semacam portal. Ketika saya tiba di tempat ini, secara tiba-tiba saya merasa kembali hidup di masa-masa dimana saya pernah tinggal di sini. Perkataan seperti "I used to.." terus menerus kembali pada diri saya. Memang menggunakan kata "I used to" atau dalam bahasa Indonesia berarti,"Saya pernah.." menciptakan semacam jarak, tapi pengalamannya sendiri sangat nyata. Nah itu yang kembali saya rasakan pagi ini ketika berjalan di Dole Street.

Mungkin karena begitu sering saya melewati jalan ini,  hal itu yang membuat saya begitu "klik" dengan suasana, seolah-olah switch otomatis dalam otak saya dihidupkan begitu saya melihat sesuatu yang begitu familiar dengan "gudang" memory saya. Sungguh mengagumkan perasaan yang bisa kembali saya alami saat ini padahal peristiwa-peristiwa keseharian itu terjadi bertahun-tahun yang lalu. Karena jalan Dole itu, saya selama beberapa hari tinggal di sini berusaha terus mengembalikan banyak hal yang pernah saya lakukan dahulu. Mungkin juga karena banyak peristiwa yang sangat saya sukai, sehingga sejumlah kenangan itu ingin saya ulang kembali. Seperti misalnya dulu sebelum latihan silat, saya senang berlari keliling kampus. Pagi ini ketika hujan sudah reda saya kembali berlari. Sangat menarik kembali mengulang kenangan yang sangat indah ini. Saya berlari mengikuti jalur yang selalu saya lakukan. Seolah-olah kembali ke masa lalu dan hidup di masa itu.