AES0004 Diatur Siklus Daur Ulang
Gilangfhj
Sunday October 8 2023, 8:59 PM
AES0004 Diatur Siklus Daur Ulang

Judulnya mungkin ngga dibuat "blak-blak an"

Tapi sepertinya pembahasan berikutnya akan lebih personal dan emosional, yang kurang nyaman sama "roller coaster mood" mangga boleh disetop bacanya sampe sini aja :D".

Sekitar awal tahun 2023 aku tetiba teringat cerita dari seorang teman, yang dulu mungkin aku belum paham betul rasa dari ceritanya, namun kini lebih banyak lagi yang bisa aku temukan dan rasakan sendiri.

Langsung aja aku bertanya tiba-tiba, "Beb, dulu kamu tuh gimana sih maksudnya? Cerita ke aku, hidup kamu dalam sebulan ada 4 musim yang berbeda, itu bentuknya perasaan aja atau sampai dirasakan di fisik juga?, boleh ingetin aku lagi ngga ceritanya gimana, kayanya aku mulai ngerasain juga deh". Lalu benar saja, hampir sama walau beda, aku akhirnya bisa mengerti betul maksud 4 musim itu. 

Di dalam ilmu fisiologi tubuh manusia, siklus "daur ulang" organ reproduksi wanita atau beken-nya dikenal sebagai siklus menstruasi, terbagilah atas 4 fase di dalam siklus tersebut. Secara sederhana dapat diceritakan sebagai siklus tumbuh, berkembang, serta hidup matinya bibit dan tempat tinggal-- sel telur dan rahim di dalam tubuh setiap wanita. Di dalam rumah indung telur, 2 buah di kanan dan kiri, berisi telur-telur lucu yang jumlahya dan ukurannya proporsional, mereka dikelilingi kolam hormon estrogen dan progesteron sebagai makanan sehari-hariya. Sampai tiba saatnya 1 sel telur terbaik siap untuk bertugas menunggu untuk dibuahi--bersatu dengan sel jantan. Jika pembuahan tidak terjadi maka telur terpilih itu akan mati dan rumah calon bayi--rahim, dindingnya lapis per lapis akan mati dan meluruh berupa darah dan gumpalan jaringan yang mengalir keluar dari tubuh. Setelah selesai peruntuhan rumah itu, kemudian dilanjut dengan pembangunan kembali ditandai dengan diproduksinya hormon estrogen dan progesteron sebagai bahan baku membentuk dinding rahim dan sumber nutrisi sel telur. Begitu terus, berulang, menjadikannya sebagai siklus menstruasi di tubuh wanita sejak balig hingga menopause. 

Lalu apa hubungannya dengan cerita 4 musim temanku itu? Ya, ternyata siklus menstruasi yang terbagi atas 4 waktu yang berbeda setiap bulannya sangat berkaitan dengan hormon yang mengatur suasana hati, persepsi, dan fungsi eksekutif di otak dan fungsi tubuh secara keseluruhan---neuropsikoimmunologi. 

Singkat cerita memasuki usia kepala tiga, barulah secara jelas aku bisa merasakan perbedaan tiap waktunya, waktu pertama kali aku rasakan yaitu, H-2 minggu sebelum meluruhnya dinding rahim, aku merasakan gejala di seputar kepala dan keseimbangan-- berupa keliyengan (sempet kepikiran apa hamil lagi?), gejala tersebut tentunya baru dan menjadi perhatian yang intens sehingga dampaknya adalah berkurangnya laju aktivitas sehari-hari dan berkurangnya konsentrasi. Lalu H-1 minggu sensasi keliyengan tidak ada, kemudian seketika aku merasakan ada singa di dalam tubuhku hahaha. Super...."irritable", berbanding terbalik dengan semangat makan yang sangat meningkat, tidur yang bahkan sangat nyenyak, serta kegiatan yang dilakukan pun inginnya semua dikerjakan jika mungkin hingga tuntas secepatnya (maunya tanpa hambatan hahaha), tapiii ya itu, ngobrol sama orang pun rasanya ngga nyaman, rasanya bising sekali sampai-sampai aku menghindari segala bentuk kontak dengan orang yang tidak terlalu dekat -- menghindari judes yang tak bisa nego terpampang di muka, lalu sungguh tidak mudah menerima resistensi sekecil apapun bentuk apapun dari anak dan suami, pintu kesabaran rasanya ko tertutup rapet amat, maap ya Bah, Ka :D. Sampailah di minggu peluruhan, ini "gloomy" banget deh beneran, kalo-kalo aku meleng dikit dari makan coklat apa pisang (suplai serotonin), langsung deh melow ga ketulungan, gampaaang banget nangis, ampun banget, emang ngga lama sih, sehari apa dua hari, tapi atulah rasanya ngga enak banget, kaya abis putus cinta :D, keluhan fisik hampir ngga ada, palingan perut kemeng-kemeng ngga ganggu-ganggu amat. Nah...H+1 minggu ini perasaan paling prima, anehnya berbanding terbalik pula dengan sensasi fisik, mungkin orang-orang sering ngalamin nyeri haid sebelum dan saat haid, kalau aku malahan di setelah haid ini, perut rasanya keram, melilit, tebel, gitu-gitu deh ya. 

Begitulah, pengalaman baruku akhir-akhir ini, memasuki kehidupan 30's, badanku jadi lebih sering berbicara kepadaku, minta jadi lebih akrab mungkin ya? Kalau dulu badanku nurut-nurut aja mau dibawa salto juga hehehe, sekarang lebih banyak perlu diskusi dulu kayanya ya.