AES052: Sepenuh Hati
haegenquinston
Thursday October 7 2021, 11:57 AM
AES052: Sepenuh Hati

Mengerjakan dengan sepenuh hati. Itulah yang bisa membuat kita lebih maksimal daripada saat-saat lainnya. Meskipun kita mengerjakan poll 100% dalam suatu rentang waktu, apabila tidak dikerjakan dengan sepenuh hati, akan ada kalanya kita lebih effortless dan juga lebih malas mengerjakannya. Kalau dikerjakan dengan sepenuh hati itu bisa menembus batasan-batasan baru yang mungkin kita belum pernah alami, dan hal tersebut terjadi karena kita mengerjakan secara sepenuh hati. 

Mengerjakan dengan sepenuh hati bukan berarti mengerjakan hingga dirasa 'maksimal'. Mengerjakan sepenuh hati, adalah ketika kita bisa menjalankan sesuatu tanpa paksaan, tanpa tekanan, dengan kesabaran dan juga dengan ketekunan. Pemikiran bahwa apa yang kita kerjakan sangat bisa dinikmati dan bisa 'bertahan' disana selama waktu yang lama. Ingin mengerjakan sesuatu dengan perasaan yang sangat kuat hingga diselesaikan, bukan berarti sepenuh hati. Kalau tidak dinikmati dan hanya dikerjakan segitunya saja sebagai hal yang biasa, tidak dikerjakan sepenuh hati.

Sepenuh hati, dari pengalamanku sendiri malahan awalnya karena sesuatu yang mendesak. Dari sesuatu yang mendesak ini, timbullah suatu kebutuhan yang kurasakan dalam diriku, untuk menyelesaikan mengerjakan sebuah video presentasi. Selama hari tersebut, aku coba berfokus pikirannya ke video presentasi itu. Untungnya, selama pembuatan aku fokus dan tidak menunda-nunda video itu. Akhirnya, tidak terasa sudah siang dan aku mengerjakan hal tersebut dari pagi, nonstop dan fokus. Aku saat ini tidak yakin, apakah itu adalah sesuatu yang dikerjakan sepenuh hati, karena berdasar dari kebutuhan mendesak. Namun aku yakin, hasilnya memang rada maksimal dibandingkan biasanya, dimana aku selalu bolak balik saat mengerjakan sesuatu, tampak tidak pernah selesai.

Distraksi selalu ada, tetapi bisa dilupakan saat kita benar-benar fokus dan menikmati hal yang kita kerjakan.