Ketiadaan itu bohongan? Karena kalau memang itu sesuai dengan namanya, itu tidak ada. Sedangkan kita selalu membahasnya, ketidak adaan itu. Yang artinya itu ada. Bagaimana bisa sesuatu itu ada sekaligus tidak ada secara bersamaan? Bisa, tuh buktinya kita membahas yang tidak terbahas, kita mengadakan yang tidak ada, dan ketiadaan itu menjadi ada karena ketiadaannya yang diadakan. Oleh kita.
Jadi kelintas pernyataan, "Kepercayaan diriku tidak ada, bagaimana caranya untuk tampil dengan percaya diri?"
Yang saya balas dengan, "Sesuai dengan katamu, kepercayaan diri itu tidak kamu miliki, jadi ya tidak perlu tampil dengan percaya diri. Pertanyaannya mungkin lebih tepat diganti jadi; apakah kamu perlu tampil?"
"Perlu, karena itu pekerjaanku"
"Ya tampil lah kalau perlu. Kalau gak perlu gak usah tampil."
"Tapi aku tidak percaya diri."
"Yang kau perlukan adalah tampil, bukan percaya diri. Kalaupun kau percaya diri sedangkan kau tidak dibutuhkan untuk tampil dan kau tidak merasa perlu untuk tampil, untuk apa tampil?"
Rasanya, ketiadaan itu hanya jadi alasan untuk mengalihkan perhatian dari yang sebenarnya perlu dihadapi sekarang. Istilah jamaknya adalah mencari yang tidak ada, seperti basa-basi penolakan yang tidak lugas, saat ditawari produk oleh salesperson lapangan yang memaksa.
"Ayo kakak, lagi diskon lho ini. Eskrim seember tiga rasa cuma tujuh puluh ribu dari seratus dua puluh harga normalnya." Yang kita jawab dengan, "Wah, kalau ada yang dua rasa, rasa pisang dan rasa lengkeng, saya pasti beli."
Ketiadaan, sesuai dengan namanya, itu tidak ada. Jadi ketiadaan yang selama ini kita bahas apa? Karena rasanya hanya pembelokan, pengalihan, pengabaian, dan sejenisnya yang penting fokus bergeser. Dari real pain in this place ke expetced pleasure on that place. Gak tau deh itu apa, yang jelas itu ada dan bukan tidak ada.
Dari pendekatan cara berpikir sistem, hukumnya hanya ada sebelas sedangkan leverage area ada dua belas. Bisa jadi, leverage area kedua belas ini untuk merespon "hukum yang tidak ada" itu. And the 12th area of leverage is find (look at) constants. Lihatlah konstanta-konstanta kehidupan di sekitar kita. Yang ada ya ada, yang gak ada ya gak ada. No excuses.