“Patience is bitter, but its fruit is sweet.” Jean-Jacques Rousseau pernah mengatakan itu dan saya setuju sekali dengan perkataanya. Banyak pengalaman dalam hidup saya yang telah membuktikan bahwa kalimat tersebut memang benar. Yang saya alami adalah kesabaran dan kerja keras yang berbuah berlimpah. Sabar saja seringkali tidak cukup dan bahkan sering dijadikan alasan untuk tidak melakukan apa-apa. "sabar saja, kalau memang jodoh nanti juga datang!" Banyak yang berkata demikian, tapi bagi saya, sabar bukan berarti hanya diam menunggu.
Kondisi keseharian saya saat ini masih jauh dari normal. Saya berusaha sabar walau wajar saja jika saya ingin semua kondisi ini segera berlalu. Siapa yang senang rutinitasnya kacau balau dan akses pada hal-hal basic masih terbatas? Tidak mudah, apalagi dalam masa transisi dan penyesuaian diri ke kondisi baru, ini sama saja dengan menghadapi double jeopardies! Susah dan menyesakkan.
Anyway bukan keluh kesah yang ingin saya obrolkan hari ini. Kalau mau sih banyak yang bisa dikeluhkan. Kondisinya memang cenderung mendorong saya untuk melakukan ini. Tapi saya ingin ngobrol tentang kalimat di awal obrolan saya hari ini yaitu tentang kesabaran.
Entah sudah berapa kali saya mengungkit tentang topik ini. Banyak keuntungan dan kenyamanan yang akhirnya dapat saya nikmati karena kesabaran. Dengan bersabar kita memberikan waktu ekstra untuk banyak hal, seperti misalnya memfokuskan diri untuk dapat melihat kondisi secara lebih jernih. Nah itu yang saya maksudkan di atas tadi bahwa sabar saja tidak cukup, sabar bukan berarti hanya diam menunggu tapi kita tetap harus melakukan sesuatu. Menganalisa kondisi yang sedang dihadapi, mencari peluang, membuka wawasan dan membuat keputusan. Jika kita mampu bersabar dan memberikan waktu ekstra agar kita mampu melakukan semua di atas, niscaya kita akan dapat memperoleh hasil yang maksimal. Grasa-grusu tidak menghasilkan apa-apa. Kita terlalu tergesa-gesa maka seringkali banyak hal yang seharusnya kita pertimbangkan terlewat dan akhirnya keputusan yang kita buat juga tidak maksimal.
Kesabaran memberikan kesempatan bagi kita unuk berpikir lebih positif, memberikan afirmasi yang posisif. Sekali lagi, untuk melakukan banyak hal dengan baik membutuhkan waktu. Setiap orang membutuhkan waktu yang tidak sama. Belajar membutuhkan waktu, berpikir membutuhkan waktu. Dengan waktu yang tersedia dan tidak tergesa-gesa maka banyak hal positif yang dapat kita cetuskan, berpikir bijak, melihat segala kemungkinan dan kesempatan. Semua itu dapat terjadi jika kita memberikan waktu untuk melakukan itu semua, dan kuncinya ya kembali ke kesabaran.
Sabar itu tidak mudah. Seperti Jean-Jacques Rousseau katakan, patience is bitter. Lagi-lagi saya setuju. Siapa sih yang senang jika mandi saja harus dihitung berapa gayung karena air tidak cukup? Tidak ada. Saya ingin dapat menikmati tubuh diguyur air sambil bersenandung, bukannya mengitung: "satu gayung, dua gayung" dan seterusnya. Saya ingin dapat membayangkan mandi dibawah kucuran air pegunungan yang segar sambil bernyanyi. Saya ingin dapat mencuci pakaian sendiri daripada pergi ke kios tempat mencuci kiloan. Banyak benda-benda pribadi yang saya tidak suka disentuh orang lain, atau lebih parah, jeans kesayangan saya hilang entah kemana. Padahal jika dibayangkan pengorbanan saya untuk membawa jeans itu pulang dan terpaksa harus melepas benda lain dan ditinggalkan di tempat lama, itu sesuatu sekali! Patience is bitter!
Kesabaran walau memang pahit memberikan banyak pelajaran. Dengan kesabaran kita dapat mengapresiasi banyak hal dengan lebih baik. Banyak diantara kita yang menjalani hidup ini sebagai "take it for granted" Kita lupa mengapresiasi hal-hal kecil karena semua itu diberikan pada kita secara cuma-cuma. saat ini saya disadarkan bahwa air yang selama ini saya nikmati kurang mendapat apresiasi yang cukup, begitu keterbatasan saya alami, saya tersadarkan bahwa banyak hal yang kurang saya beri perhatian dalam hidup.
Kita membutuhkan kesabaran agar dapat menjadi seseorang yang lebih menghargai hidup. Kita butuh kesabaran agar selalu dapat bersyukur.
Foto credit: hulisani.co.za