Memasak adalah kegiatan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa masakan, tidak ada makanan. Kita biasanya memasak agar bisa mengolah bahan menjadi makanan, saat berada di rumah. Sehingga, kegiatan memasak ini tentu produktif karena ada hasil akhir masakannya. Enak-tidak, tergantung orang yang memasak dan juga bahan yang dipakai.
Memasak membutuhkan kemampuan dan juga ketekunan, secara general maupun secara spesifik. Misalnya, kemampuan memasak secara general dari awal hingga akhir, dari berbagai jenis ragam makanan, dan secara teknik. Bisa juga, kemampuan masak spesifik, contohnya seperti pastry, baking, kuliner, dan juga dessert. Pokoknya, ada banyak sekali aspek dan jenis kategori yang bisa kita ambil dari bidang memasak ini, dan nyaris tidak mungkin untuk kita mempelajarinya secara detail, satu-satu.
Memasak, bisa dipelajari dan langsung dipraktekkan di saat kegiatannya langsung. Resep hanyalah sebuah list bahan-bahan dan alat yang dibutuhkan, terkadang juga dengan stepnya. Tetapi, belajar memasak tidak langsung dari resepnya, tetapi belajar dari proses. Dari sebah resep, yang kita bisa ketahui adalah tahapan (menurut orang lain) dan juga takaran bahan-bahan. Tetapi, kalau di luar resep, kita bisa belajar lebih banyak daripada yang tertera di resep. Misalnya, teknik profesional yang tidak terdapat pada resep yang bisa di-ulik, variasi bahan tambahan, alternatif, pun juga takaran sesuai dengan selera.
Jelas-jelas secara teknik perlu praktek langsung agar bisa lebih biasa dna lebih matang masaknya. Kalau kita tidak biasa dengan menggunakan teknik memotong, mengupas, rebus, dan lain-lain, kita tidak bisa optimal mengerjakannya. Mau secara hasil akhir pun juga waktu. Tetapi, kalau kita sudah biasa, yang kita buat mendekati sempurna. Karena itu, praktek dan pengalaman sangat berpengaruh dalam dunia masak. Tanpa pengalaman, meskipun sudah punya banyak pengetahuan, kita tidak bisa lebih baik daripada yang berpengalaman besar.
Untuk proyek nyenack di kelas kami, aku mengolah bahan-bahan kentang dan bumbu menjadi keripik. Dalam masa percobaan, tidak ada resep. Sehingga, takaran berdasarkan yang K12 bilang, dan alhasil akhirnya, sebagian juga memakai asumsi. Di akhir, ternyata keripiknya terlalu asin dan kurang bumbu. Lain kali, bisa ditambah variasi lain seperti pakai bumbu nori, cabai, dan lain lain. Di rumah, aku bisa mempersiapkan hal-hal dan ide dari prototype pertama, jadilah hasil prototype 2 dan seterusnya. Selalu ada ruang untuk improve.