Setelah beberapa minggu berhenti gowes karena satu dan lain alasan, hari ini saya dan Rico kembali meluncur di aspal jalanan kota Bandung, menempuh rute yang biasa kita jalani di hari minggu pagi. Hari agak mendung dan jalanan cukup sepi walaupun sudah tidak pagi lagi. Lalu kita tiba di titik akhir yang bisa jadi tujuan gowes untuk sarapan. Ya gowes pagi kami memang multi fungsi. Olah raga, sarapan, mencari udara segar, cari sarapan sekaligus menemukan waktu spesial buat saya dan Rico untuk berbincang. Istilah kerennya bonding 😊. Ini adalah salah satu hal yang saya syukuri dari pandemi ini karena saya dan Rico bisa menemukan satu kegiatan rutinitas bareng di mana kita bisa punya waktu untuk berbagi cerita, pengalaman dan pandangan tentang berbagai hal.Â
Pagi ini obrolan kita cukup spesial. Isi obrolannya tidak akan saya bahas di sini. Tapi seperti judul yang saya tuliskan di atas, dari obrolan tadi saya merasakan bahwa Rico sudah masuk ke tahapan ini: mendewasa. Kalau tahapan tujuh tahun ke 3 itu di kisaran usia 21 tahun, hal ini bisa saya rasakan betul di obrolan tadi pagi.Â
Bagaimana terasanya? Ya saat dia sudah bisa menempatkan diri dan memberikan solusi bagi apa yang dihadapi saya, orangtuanya. Jadi dia sudah bisa memetakan masalahnya dan menawarkan diri untuk menjadi bagian dari solusinya. Apa yang disebutkan bahwa di tahapan tujuh tahun ke tiga anak sudah bisa menjadi perdana menteri, saya sangat rasakan tadi pagi. Mungkin Rico tidak menyadari betul apa yang disampaikannya, tapi perasaan saya bergetar mendengarkannya.Â
Terlepas apakah solusi-solusi yang ditawarkannya bekerja atau tidak, tapi dia sudah sampai di titik itu. Saya bahagia bisa merasakannya dan mudah2an proses ini terus berjalan dalam diri Rico dan anak-anak lain yang berproses di Semi Palar. Salam.Â
image from Pexels by PixabayÂ