AES096: Camping
haegenquinston
Thursday December 9 2021, 9:11 AM

Pada hari ini, teman-temanku dan KPB mengadakan kegiatan kemping. Sayangnya, aku tidak bisa ikut karena kondisi tubuh tidak 100% sehat. Belum lagi, aku sendiri tidak siap secara fisik untuk hiking dan berada dalam cuaca dingin. 

Padahal, kegiatan camping/berkemah sendiri itu seru. Selain menginap di tenda dan hidup di gunung sementara, ada beberapa kegiatan yang bisa membuat berkemah menjadi seru dan memorable. Kalau menurutku sendiri, yang membuat camping asyik adalah mengobrol dengan teman. Di saat menyantai, sambil berada di tenda. Dengan suasana yang unik dan lokasi pegunungan, menurutku suasananya baik dan asyik.

Bagi aku sendiri, ada beberapa pengalaman berkemah yang berkesan dan diingat. Salah satunya adalah saat pertama kalinya melakukan berkemah di Kapulaga. Yang berkesan adalah, pandangan dan kesan pertama terhadap camping. Yang aku kira camping di gunung/alam liar, ternyata di tempat terbuka yang aman. Lalu, kemunculan anjing liar di dekat lokasi camping yang membuat teman-teman saat itu khawatir. Hal terakhir yang berkesan, adalah makanan. Entah kenapa, dengan keterbatasan yang ada, saat itu kita bikin pasta dan rasanya enak sekali karena dimasak pada saat camping. 

Pengalaman yang diingat, adalah ketika camping di Gunung Puntang, ketika camping di Jayagiri selama 2 malam, dan tentunya saat ini (camping dengan tidak ikut). Yang berkesan (dari daftar list yang diingat) adalah camping di Puntang dan Jayagiri. Itu pun karena makanan yang cukup enak, dan dimasak dengan cara yang menarik. Misalnya, memasak nasi goreng di Puntang sebagai menu untuk di-kompetisikan. Nasi goreng yang dimasak, hanya dengan bahan sampingan seperti sosis, bakso, sayuran kol. Micin andalan, membungkus kesatuan bumbu yang membawa nasi goreng 'tanpa usaha' tetapi enak. Sampai saat ini, belum ada pengumuman dari pemenang kompetisi masak tersebut. Kalau emang ada yang dinilai, menurutku hasilnya A-, usahanya C-. Hehehe

Apa sih, makna dari berkemah? Apakah kita hanya untuk bersenang-senang saja, menikmati alam? Apakah bagian dari pendakian yang paling dimaknai? Atau, seperti pendapat aku, makanannya?

Dari melakukan suatu perkemahan, sebenarnya aku cukup bisa mempelajari banyak hal dari banyak aspek. Membangun tenda secara mandiri, standar prosedur keamanan tenda dan barang-barang kita, membuat api unggun. Teknik mengikat tali ke pasak yang benar, teknik packing tas, dan lain lain. 

Kita juga perlu mengenal lingkungan sekitar, jika saat berkemah. Keliling-keliling melihat sekitar, membuat pagar dari ranting, juga untuk jaga malam. Karena, aku pernah mengalami sebuah kejadian settingan, dimana kelihatannya, ada orang tak dikenal, orang jahat, yang mencabut pagar dan mengendap-endap di belakang. Akhirnya, ketahuan itu hanya settingan dan drama doang. Namun, kejadian seperti itu, tidak jarang. Makanya kita perlu berhati-hati saat berkemah.supaya terhindar dari kejadian yang tidak diinginkan.

You May Also Like