AES 1511 Kehujanan
joefelus
Tuesday November 4 2025, 8:27 AM
AES 1511 Kehujanan

Langit sudah mulai kelabu dan saya bersiap-siap untuk pulang. "Di ujung sana sudah mulai hitam." Kata Mbak Sanya di Smipa. Saya memang tidak ingin kehujanan karena di ransel ada laptop, lalu jam tangan pintar saya ini tidak boleh kena hujan sebab ada mekanik yang memang sengaja dibuat untuk memonitor tekanan darah sehingga katanya masih belum bisa terkena hujan atau dibawa berenang. Walau rencananya saya ingin tinggal lebih lama di Smipa, karena mengendarai sepeda motor, saya memutuskan untuk pulang lebih awal.

Lewat perempatan jalan Pahlawan saya mulai merasakan angin lembab yang berhembus, ketika saya tengok ke ujung Timur, disana sudah sangat gelap dan terlihat ada tirai hujan. "Wah, bakalan kehujanan, nih." Kata saya pada diri sendiri sambil melaju di atas sepeda motor. Pilihan ada dua: Mencari tempat untuk berteduh lalu pulang ketika hujan reda, atau berhenti lalu mengeluarkan jas hujan dan melanjutkan perjalanan sambil diguyur hujan. Hari ini saya merasa agak nakal karena sudah tidak ingat kapan saya kehujanan. Mungkin dahulu ketika bersama Kano pulang sekolah. Pernah sekali kami kehujanan dan itu jadi pengalaman seru untuk Kano. Mengingat itu semua, kenakalan saya semakin menjadi-jadi. Saya berhenti, membuka sadel motor dan mengeluarkan jas hujan. Saya pastikan tangan sebelah kiri seluruhnya tertutup agar jam tangan terlindung. Ransel saya sembunyikan didalam jas hujan, lalu saya melanjutkan perjalanan.

Hujan tidak padang bulu saat itu. Jalanan semakin banyak air tergenang dan kaca mata saya sudah penuh titik-titik air. Leher saya yang tidak tertutup mulai mengalirkan air hujan ke balik jas hujan sehingga saya dapat merasakan dada saya mulai basah. Saya tidak memperdulikan karena justru menikmati itu semua. "Quality over quantity!" Kata saya dalam hati. " Being present on the moment!" Kata saya lagi. Ya itu dua hal yang saya pegang sebagai pilihan dari slow living. Fokus pada penghayatan, nikmati present moment, dan kata-kata "seru" lainnya. Bukannya jengkel karena kehujanan, saya justru sangat bahagia. Sepatu dan kaus kaki saya sudah kluncum, kalau istilah bahasa Jawa Timur mah, pasti nanti kalau jalan kaki akan berbunyi seperti anak kecil yang belajar jalan memakai sendal tetet towet. Hahahah.. Entah apa nama sandal itu,kadang agak sebal mendengarnya. Entah maksudnya apa pula membelikan anak kecil sendal atau sepatu semacam itu hahaha..

Hujan deras seperti itu membuat saya dapat bergerak di jalan raya lebih leluasa karena sebagian besar kendaraan roda dua memilih untuk berteduh. Saya tiba di rumah dengan tubuh bagian atas basah, terutama di daerah dada. Ketika saya lepas jas hujan yang pertama saya periksa adalah jam tangan. Alhamdulillah kering. Yang pasti ruangan tempat saya menyimpan sepeda motor menjadi kotor dan banyak tetesan air. Artinya hari ini saya harus mengepel lantai. Ya sudah saya memutuskan sekalian saja membersihkan dan mengepel seluruh rumah, Lalu saya bisa olahraga, membersihkan diri dan menunggu saat makan malam. Mengingat ini saya semakin senang karena saya membawa ayam goreng Mbak Esih yang sudah lama sekali tidak saya rasakan. Kalau tidak salah malah ketika Feslit yang terakhir sebelum hari ini. Jadi sudah berbulan-bulan lamanya.

Kata orang tua, kalau habis kehujanan harus langsung mandi supaya tidak sakit. Jaman kecil begitu, sekarang sudah ubanan saya masih mengikuti nasihat itu. Ada benarnya, air hujan penuh dengan kotoran, polutan, bakteri, debu dan sebagainya. Itu yang jelas, air hujan kotor. Kedua suhu tubuh merosot secara drastis sehingga butuh segera dihangatkan. Jadi saya langsung mandi, tubuh menjadi segar, berganti pakaian dan istirahat sejenak menyelesaikan tontonan American football yang tadi ketika makan siang belum selesai. Sesudah itu langsung kerja bakti membersihkan rumah dan ketika tubuh sudah berkeringat, sekalian saya berolahraga hingga basah kuyup. Kali ini oleh keringat, bukan air hujan. Istirahat lagi sejenak hingga keringat mulai mengering, saya mandi dan bersiap-siap menunggu saatnya makan ayam goreng ditemani sambal yang sedap tapi pedasnya luar biasa. Semoga perut saya tidak berontak! Hahhah.. Hari ini hari yang menyenangkan... saya beri nilai 9 dari 10. Hehehehe..

Foto credit: unsplash.com

Andy Sutioso
@kak-andy   6 months ago
Nice... πŸ‘ŒπŸΌπŸ˜Š