Dalam beberapa situasi, media adalah sebuah 'sosok' yang meliputi dan melakukan publikasi mengenai topik tertentu yang menarik. Misalnya adalah berita Erupsi Gunung Semeru, berita Coronavirus harian, dan banyak lainnya. Sering sekali, bahan yang diliput adalah bahan yang faktual dan 100% objektif. Namun, di lain hal, ada beberapa hal yang hanya dipandang sebelah mata oleh media (berdasarkan pengamatanku sendiri). Salah satunya adalah, mengenai drama dan kehidupan selebritas.
Untuk topik seperti ini, sebenarnya 'media attention' adalah hal yang paling krusial dan penting. Misalnya, adalah kehidupan dan video-video dari youtuber. Media massa akan memperhatikan hanya sebagian dari Youtuber-youtuber terkenal aja. Sementara, ada beberapa orang youtuber yang 'bisa' kurang terperhatikan, padahal mereka banyak followersnya.
Apalagi kalau berkaitan dengan hal-hal seperti 'Top 10 best movies of all time'. Topiknya sangat kontroversial dan terlalu berdasarkan opini. Dengan seperti itu, media dapat membuat suatu persepsi general terhadap publik, yang berdasarkan pandangan mereka. Salah satu contohnya, adalah membawa nama 'Khaby Lame' ke angkasa, mempopulerkan dia sebagai media, dan menjadikan dia saat ini seorang influencer tiktok paling legendaris. Kalau nasibnya orang lain yang dipopulerkan, mungkin situasi/nasibnya akan beda.
Seseorang yang tidak mendapatkan perhatian, meskipun sebenarnya bertalenta, sebenarnya kasihan. Sebaik apapun diri kita, kalau tidak mendapatkan banyak perhatian, jadinya kita tidak dipandang sesuai dengan target yang kita mau. Ada bahasa 'underrated', terhadap seseorang yang dinilai lebih, daripada yang seharusnya. Misalnya, seorang hater menilai Cristiano Ronaldo sebagai pemain biasa dan pencetak gol 'Penaldo' dan hanya mengambil penalti. Bisa jadi itu benar, bisa jadi itu tidak. Namun, ada pemain lain di luar sana, tidak mendapatkan banyak perhatian, padahal performanya cukup baik dan tidak kalah, dibandingkan dengan pemain bola lain yang mendapat perhatian banyak.
Ketidaksetaraan seperti di atas ini, sudah pasti selalu ada. Inkonsistensi, subjektif media. Namun, itu tidak apa-apa. jangan berpikir, setiap media memiliki sisi politiknya. Sebagian ada, namun mereka juga memberikan kita informasi faktual. Semoga, di masa mendatang, media akan lebih jujur dan lebih non politik satu sama lain. Jangan sampai, kita menjadi bahan politik dan informasi non 100% benar.