AES109: Dampak pasar Kpop
haegenquinston
Friday January 28 2022, 11:58 AM

Dalam liga basket NBA, ada suatu penghargaan/pertandingan khusus kepada pemain yang bernama All Star. All star ini merupakan pertandingan antara 2 tim yang masing-masing berisi 12 pemain terbaik dari seluruh liga. Pemain-pemain bisa masuk ke All star apabila mendapatkan cukup banyak suara dari fans ataupun media. Namun, seseorang bernama Andrew Wiggins malah menjadi seorang starter (1 dari 5 pemain utama) berkat bantuan suara fans yang sangat banyak.

Beberapa minggu lalu, seorang selebritas BTS yaitu Bambam membuat suatu tweet, yang mengajak orang-orang untuk voting Wiggins ke pertandingan all star. Hanya dengan re-tweet, orang-orang juga bisa meluncurkan suaranya kepada Wiggins. Sehingga, tweet tersebut di-retweet sebanyak 68 ribu kali, quote tweet sebanyak 3 ribu kali, dan ada 34 ribu like. Hal tersebut jadi berdampak besar pada hasil all star.

Kalau dilihat kembali, sebenarnya aku rasa marketing melalui artis Kpop ini sangat strategis, cerdik, dan menguntungkan. Kebetulan aja si Bambam menjadi global ambassador bagi Golden State warriors (tim dimana wiggins berada), mulai beberapa bulan lalu. 

Ironisnya, menurut banyak orang (termasuk aku sendiri), ada banyak pemain-pemain lain yang lebih layak mendapatkan spot All star tersebut ketimbang Wiggins, secara performa pun cukup jauh. Hanya saja, suara dari para pemain, media, dan para fans malah membuatnya menjadi pemain inti.

Dari pendapatku sendiri, sebenarnya Wiggins layak untuk mendapatkan kursi di all-star kali ini, hanya sebagai pemain cadangan. Aku sendiri kaget ketika melihat namanya di daftar pemain inti, meskipun aku mendukungnya, tetapi gak sampai gini-gini amat juga. Bahkan, banyak sekali orang-orang yang protes terhadap pilihan/pengumuman ini sehingga menjadi cukup trending di dunia olahraga basket.

Salah satu yang paling berdampak terhadap total suara akhir yang diperoleh Wiggins adalah, artis kpop yang tadi kusebutkan. Menariknya, ada hal lain yang menggunakan pasar kpop agar menjadi viral dan laku. Yaitu, Mcdonald's. Kasusnya adalah BTS meal yang laku di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Dari hasilnya, Mcd hanya menggunakan nama 'bts' dan beberapa atribut lainnya, yang malah dibeli laku habis oleh fans berat BTS. 

Kalau kita memahami target market dan apa yang kita kerjakan, kita bisa memanipulasi dan mengajak orang-orang untuk melakukan sesuatu yang kita mau (jadi lebih ke menggunakan pasar secara strategis). Itu sih semua hal yang kutangkap, siapa tahu ada yang menyadari hal serupa terjadi akhir-akhir ini?

You May Also Like