AES138: Catatan Buku KPB 11
haegenquinston
Tuesday March 15 2022, 3:40 PM

Kelompok

Salah satu kegiatan kerja kelompok yang bisa kuingat adalah mengenai pembuatan pentas seni saat masih K10. Mengapa aku bisa ingat hal tersebut? Karena dalam proyek itu, diriku dan kelompok banyak berkembang, secara cukup signifikan.

Cerita dimulai dari pembuatan proposal. Kakak meminta kami untuk membuat suatu proyek kedua baru, yang bisa membuat kita sibuk dan tidak menganggur, selagi proyek berkebun sedang jeda. Berhubung tidak adanya Musik Sore saat itu (kondisi pandemi) maka aku melontarkan sebuah ide untuk membuat media penampilan, yaitu pentas seni bertema Sunda. Awalnya, kegiatan ini terasa kurang menarik dan bosan dari sisi pandangku. Tetapi seiring berjalannya waktu, proyek ini lebih mengalir, berimprovisasi, dan lebih sibuk. Ternyata kami sebagai K10 saat itu merasakan, perlu membuat penampilan sendiri untuk dimasukkan ke video premier.

Dalam proses ini, aku bisa merasakan perkembangan secara kelompok maupun secara individu. Secara individu, aku bisa belajar bermain gitar secara lancar dan enak. Entah saat ini masih lancar atau belum, aku kurang peduli. Karena saat itu aku kebagian peran untuk memainkan 'manuk dadali' dengan alat musik yang aku pilih. Secara natural, aku memilih untuk keluar zona nyaman dan menantang diri main gitar dan tidak hanya memainkan keyboard/piano andalanku saja. Untuk teman-teman lain, thania punya peran sebagai penyanyi, Bintang sebagai Proses belajar gitar ternyata cukup lama dan sulit, karena memang aku sendiri belum mengenal tekniknya. Namun, aku juga akhirnya bisa (cukup ideal) dan siap untuk rekaman saat itu. Rekaman berjalan dengan lancar dan aku cukup puas dengan hasilnya. Dari sini, pembelajaranku secara individu adalah, keluar dari zona nyaman dan melatih skill tambahan.

Skenario kedua dari kegiatan ini cukup unik. Setelah aku dan teman-teman sudah mengumpulkan video dari orang-orang yang mengirim penampilan mereka, akhirnya kita masuk ke tahap pengeditan. Aku sendiri baru pertama kali mendapatkan pengalaman mengedit video secara serius dan real. Akhirnya, aku menginstal aplikasinya, mulai mengulik, dan coba mengedit.

Saat itu, prosesku mengedit cukup lama karena belum pengalaman. Setelah 1-2 jam mengedit, aku perlu menunggu video jadi di-export, dengan waktu sekitar 4-6 jam (karena video totalnya panjang). Teman-temanku tidak memiliki peran apapun saat itu, hanya menunggu video yang kubuat beres. Kendalanya, setelah tahap tersebut, ternyata masih ada kekurangan-kekurangan kecil yang perlu diperbaiki di video. Jadi setelah diedit, perlu mengulang tahapnya kembali. Saat itu aku cukup kesal dengan diriku sendiri, karena merasa yang lain hanya bisa komentar saja, sementara aku bekerja mati-matian untuk menjadikan video. Kupikir, 'bersyukur lah setidaknya udah aku kerjain sampai seperti ini'. Tapi mau gimana lagi, aku akhirnya harus kerjakan lagi. Setelah semuanya beres, aku lega dan akhirnya bisa menonton hasil video dengan puas.

Pelajaran yang kuambil adalah mengenai daya juang diri. Baru pertama kalinya aku harus berjuang untuk sesuatu yang menjadi target. Meskipun 'dikhianati' dan tidak dibantu siapa-siapa, untung aku bisa melewatinya.

Iklan

Halo orangtua, kakak, dan teman-teman semua! 
Kami KPB K11, mengajak para Warga Smipa untuk mengikuti workshop pembuatan kertas daur ulang yang diadakan secara Offline! 
 
Dalam workshop ini kami mengajak para Warga Smipa untuk membuat kertas daur ulang bersama-sama! Untuk kit telah kami sediakan. Tidak hanya itu, Kertas yang telah dibuat bisa dibawa pulang, dan juga kalian akan mendapatkan BONUS NOTES dari kertas daur ulang.
 
Workshop dilaksanakan pada 
Hari, Tanggal : Jumat, 25 Maret 2022 
Waktu: 13.45 - 15.05 WIB
Tempat: Teater Semi Palar 

Untuk pendaftaran dapat langsung mengisi form dibawah ini
https://forms.gle/VYXy2LtHQt8Hc7ub6

Atau kontak
CP : 0821-2115-3516 (Zacky)

Tunggu apa lagi, yuk ikut workshop pembuatan kertas daur ulang!