AES68 vulnerability
innocentiaine
Wednesday September 8 2021, 9:29 PM

Daring Greatly, ditulis oleh Brene Brown, salah satu buku bagus sekaligus menohok, yang direkomendasikan si sulung. Rico pernah menulis tentang hal ini juga pada salah satu AES nya. Pada salah satu paragraf pembuka penulis bercerita tentang berbagai tahap dalam hidupnya yang semuanya mengacu pada satu premis: keep everyone at a safe distance and always have an exit strategy. Ehh.. kok aku banget yah.. lalu penasaran..

Berbasis hasil riset dan cerita-cerita pengalaman kehidupan yang ia kumpulkan bertahun-tahun, ia mengajak aku memahami bahwa banyak moment dalam hidup yang kerap membuat orang takut, ciut, terhenti, menolak, menunda, gusar, kesal, sedih, malu, bertanya-tanya.. Tak ada yang salah dengan itu, tak ada yang salah dengan diri kita. Manusiawi. jawabnya pun sangat manusiawi. Vulnerability - diterjemahkan sebagai 'kerentanan' di beberapa kamus. Menghadapi dan menerima vulnerability, seolah mengakui kelemahan diri, yang kerap kita tolak dan dorong jauh. Karenanya meski bahasanya enak untuk dibaca, penyampaiannya apa adanya, tetap saja butuh waktu cukup lama untuk aku menyelesaikan buku tersebut. Namun menjelaskan banyak hal tentang sikap diri ataupun orang lain yang seringkali jadi pertanyaan.

Setiap orang punya vulnerability yang berbeda-beda. Semua orang, bahkan sosok sekaliber Oprah pun mengalami. Tuntutan, harapan, label, shame of being ordinary, thought of not enough, dihadapi dengan topeng, senjata, tameng, atau cara yang berbeda-beda juga. Selain diajak membaca diri dengan mengenali dan memahami vulnerability dalam diri, penulis juga menjelaskan counterapproach / penangkal untuk mengubah perspektif. Semisal ketika vulnerability menghalangi diri untuk bahagia, merasa tidak berhak, belum cukup pantas untuk boleh bahagia. Atau khawatir bahwa nantinya akan diikuti kecewa, karena setelah ups biasanya ada downs, dll. Penangkalnya, adalah melatih gratitude. Bersyukur membuat lebih menerima, dan merasa cukup untuk bisa bahagia.

Memahami, mengetahui akar dan mengubah cara pandang tidak lantas bisa mengatasi, tetap butuh kemauan, keberanian untuk menghadapi hal-hal yang membuat diri merasa rentan, courage to show up and be seen. Seringkali dari luar atau sisi yang berbeda bisa melihat situasi orang lain. Lalu berharap, pingin lihat orang itu berani menghadapi vulnerability mereka, sementara diri sendiri tidak merasa cukup. Memang perlu dan hanya bisa mulai dari diri sendiri, meski support tetap penting karena seringkali bukan sesuatu yang mudah untuk diatasi sendiri.

You May Also Like