Saya tidak pernah lupa akan hari itu. Baru berusia 2 bulan ketika dia didiagnosis memiliki kelainan jantung. Kasus yang sangat langka untuk seorang bayi, katanya 1:100,000! Yang saya ingat adalah berpelukan dengan berlinangan air mata. Antara kesedihan, kekhawatiran dan banyak lagi yang berkecamuk dalam diri saya. Mau cerita pada siapa? tidak ada saudara atau keluarga, hanya teman. Dan ternyata teman adalah harta terindah dalam hidup saya (tentunya disamping keluarga dan saudara). Sejak saat itu keajaiban demi keajaiban terjadi dalam perjalanan hidup mendampingi anak ini.
Yang barusan saya ceritakan hanya sekedar ilustrasi bahwa saya percaya akan miracle. Saya percaya bahwa hingga saat ini Tuhan terus menerus menciptakan keajaiban dan mukjizat. Banyak hal yang terjadi diluar nalar dan kemampuan manusia menyerap, mengerti dan mengenali pekerjaan Tuhan dalam kehidupan ini. Intinya jika kita tidak mengenal, tidak menemukan, tidak mengerti dan tidak tahu, bukan berarti tidak ada!
Malam ini saya sedang duduk di sebuah kedai di toko buku dan berusaha menulis sesuatu. Kesibukan sepanjang hari begitu melelahkan sehingga hanya tinggal sedikit energi yang tersisa. Dalam kondisi seperti ini sangat sulit saya mencari ide sehingga saya berjalan perlahan-lahan memutari rak-rak buku dan memperhatikan judul-judul yang jumlahnya ribuan. Hanya membaca judul-judul, melihat ratusan majalah, hingga buku teka-teki. Nihil! Tidak ada satupun yang membuat saya memikirkan sesuatu. Yang saya inginkan hanya menikmati comfort food, karena saya belum makan malam. Tapi apa? Jangankan menulis, memikirkan makanan saja yang mudah saya tidak punya ide!
Tiba-tiba ada sebuah pesan masuk dari Fridia di grup sahabat Smipa. Kabar tentang sahabat yang sudah pulang dari Rumah sakit dan mulai berkomunikasi dengan kedipan mata atau gerakan tubuh lainnya. Saya langsung memberikan telepon ke Nina yang duduk di samping saya. Mata saya berlinangan air mata bahagia, padahal baca berita itu saja belum selesai, malah setengahnya pun belum. Tapi saya tahu itu adalah kabar yang membahagiakan. Ini adalah Mukjizat yang sudah sekian waktu ditunggu-tunggu.
Saya tidak mengerti cara Tuhan bekerja. Saya juga tidak mengerti mengapa Tuhan menciptakan mukjizat, tapi saya tahu bahwa Tuhan mengajak kita untuk percaya padaNya, dan itu yang saya lakukan dahulu maupun sekarang disamping memilih memfokuskan diri pada hal-hal yang positif, yang baik dan indah. Jika kita membutuhkan keajaiban, membutuhkan mukjizat, carilah! Mintalah, dan tetap percaya sebab sudah terbukti bahwa Tuhan tidak pernah berhenti bekerja.***