AES 369 Tidak Mau Menyerah
joefelus
Friday May 27 2022, 11:23 AM
AES 369 Tidak Mau Menyerah

Sudah menjelang pukul 10 malam. Tubuh lumayan lelah karena sepanjang hari menghadapi monitor dan berusaha membangun data base di system yang baru secepat mungkin. Saya sadar bahwa hari ini belum menyelesaikan tulisan harian dan seperti kemarin saya belum memiliki ide. Sesorean sambil beristirahat saya terus mempertimbangkan berbagai ide namun belum berhasil memperoleh sesuatu yang dapat dikembangkan.

Ada pemikiran untuk mengambil waktu jeda hari ini, tapi saya merasa begitu sayang untuk melewatkan hari ini tanpa tulisan sesudah sekian ratus hari saya lewati tanpa ompong. Saya tidak mau menyerah. Saya harus menulis sesuatu.

Duduk bertiga bersama Kano dan Nina sambil ngobrol di depan TV, saya mengungkapkan tragedi penembakan masal anak-anak SD di Texas yang baru saja terjadi 2 hari yang lalu. Ada 19 anak SD berumur 10 hingga 11 tahun menjadi korban dan 2 orang guru. Suami salah satu guru, menaruh bunga di makam kemudian pulang dan meninggal ketika tiba di rumah karena sedih dan patah hati lalu terkena serangan jantung. Kasus penembakan di sekolah memang bukan hal baru di Amerika. yang paling parah seingat saya justru terjadi sekitar 70 miles dari kota tempat saya tinggal, sekitar 1 jam 20 menit perjalanan yang pada waktu itu memakan korban sebanyak 169 orang!

Sekarang saya sungguh mengerti kenapa sekolah-sekolah di Amerika didisain sangat tertutup. Kesan pertama saya bangunan-bangunan sekolah mirip seperti penjara. Hampir tidak terlihat ada jendela. Gerbang yang besar dan tertutup rapat, lalu yang namanya fire drill, latihan kebakaran, sangat sering dilakukan. Tidak hanya di sekolah, bahkan tempat kerja saya pun semua harus mengambil kelas pelatihan untuk safety. Saya sampai hapal apa yang harus saya lakukan jika terdengar ada penembekan di sekitar tempat kerja. Kunci pintu, ganjal dengan segala benda-benda berat termasuk lemari, meja dan sebagainya. Menjauh dari jendela, tidak membuat suara dan bersembunyi setenang mungkin. Lari jika berada di ruang terbuka sejauh mungkin, dan yang terakhir (kalau saya tidak salah ingat), fight for your life! Kata-kata yang harus saya ingat ada 3 yaitu: Run, Hide, Fight!

Kasus penembakan di Amerika rata-rata 2 per hari. Bayangkan di tahun 2021 ada 693 penembakan masal. 3 diantaranya terjadi di State saya tinggal. Korban lebih dari 3500 orang! Menyedihkan sekaligus mengerikan. Jadi saya mengerti jika semua orang begitu paranoid dengan kondisi keselamatan di lingkungan tempat tinggal karena hal yang buruk dapat terjadi dimana saja dan kita tidak pernah dapat mengantisipasi kecuali berusaha melatih diri untuk tetap selalu waspada dan mengenal jalur evakuasi untuk keselamatan diri. Tadi pagi di tempat kerja bahkan dilaksanakan fire drill. Semua orang harus keluar gedung dan menunggu di tempat yang aman yang sudah disediakan sesuai dengan prosedur keamanan.

Saya begitu bangga ketika Kano dulu ikut serta untuk berdemonstrasi dalam upaya mendorong pemerintah untuk melakukan sesuatu yang lebih baik mengenai gun control. Masalahnya ada kelompok politik yang tetap teguh mempertahankan "hak" untuk mempertahankan diri dengan cara melegalkan pemilikan senjata. Lebih parah lagi NRA (National Rifle Association) merupakan salah satu donatur terbesar yang membantu kampanye para politikus konservatif Kanan yang mendukung legalisasi senjata. Ya politik dan uang sering menjadi pokok masalah. Lihat saja salah satu representatif kanan dari state saya, (yang sebetulnya lebih condong ke garis kiri) pernah berpose dengan senjata otomatis! Runyam! Lebih parah lagi banyak anggota masyarakat yang mendukung, tentu saja kelompok kanan. Entah sampai kapan kondisi ini terus terjadi. Kalau kata orang-orang di tanah air: engga kapok-kapok! Ya begitu lah.

Hmm.. Ternyata kekukuhan saya untuk tidak mudah menyerah ketika sedang kesulitan mencari ide bisa juga menghasilkan sebuah tulisan. Senang juga akhirnya hari ini tidak jadi ompong hehehe...

Foto: Poudre High School, Sekolahnya Kano yang dikelilingi tembok tebal.

You May Also Like