AES 407 Rocket League
joefelus
Monday July 4 2022, 5:06 AM
AES 407 Rocket League

Saya bukan penggemar E-sport. Saya juga bukan penggemar game. Sejak dari awal saya bersentuhan dengan computer, game yang saya pernah mainkan bisa dihitung dengan jari, itu juga biasanya hanya untuk menghabiskan waktu ketika lelah mengerjakan tugas. Di awal-awal jaman mulai menjamurnya komputer saya hanya menyaksikan teman-teman memainkan game pacman atau digger, lalu ada space comander dan Prince Of Persia. Semuanya masih monocrome. Saya hanya mencoba sesekali dan tidak pernah tertarik untuk bermain, entah mengapa, mungkin pada dasarnya saya bukan pencinta permainan komputer.

Kano di sisi lain, lebih banyak menghabiskan waktunya dengan game. Beda generasi, beda kegemaran sepertinya. Saya sering merasa khawatir dengan kebiasaan anak-anak muda jaman sekarang karena bagi saya lebih beranggapan hanya menyia-nyiakan waktu. Tapi apakah pendapat saya itu benar? Saya tidak tahu. Dari segi kesehatan mungkin saja sebab kegiatan Kano secara fisik sangat minim. Yang lebih parah lagi, Kano sudah menjadi nocturnal, alias hidupnya di malam hari dan kalau siang dia tidur! Waduh!

Gejala ini ternyata tidak hanya terjadi pada Kano. Teman -teman kerja saya yang jauh lebih muda juga pernah mengalami hal yang sama, bahkan Cory, rekan kerja satu kantor sering berkata,"I miss that time!" maksudnya jaman dia SMA dan mahasiswa ya gaya hidupnya seperti Kano saat ini.

Saya banyak membaca tentang kekhawatiran gaya hidup anak-anak jaman sekarang. Banyak yang mengatakan ketrampilan sosialnya jauh berkurang dibandingkan dengan generasi-generasi sebelumnya dan banyak lagi yang lain. Yang saya khawatirkan juga adalah relasi antara saya sebagai ayah dengan Kano. Walau tinggal serumah saya semakin jarang bisa berkomunikasi dengan Kano. Ketika saya bekerja dia masih tidur, ketika saya tidur dia justru "hidup". Bagaimana ini? Dunia kami benar-benar berlawanan.

Tapi 2 hari terakhir ini ada perbedaan! Saya kebetulan libur dan Kano terlihat bangun dan "hidup" di siang hari. Kenapa? Semata-mata karena dia asyik menonton turnamen. Pertandingan Rocket League sudah mencapai the big 4 alias semi final dan grand final. Turnamen ini diadakan di Inggris, sehingga di Amerika berlangsung pagi dan siang hari. Jadi Kano mau tidak mau harus bangun. Ini saya manfaatkan untuk berinteraksi. Percaya atau tidak, saya yang tidak suka game, akhirnya duduk di samping dia menyaksikan pertandingan, hanya semata-mata agar saya bisa bersama dia menghabiskan waktu bersama!


Rocket League. Apa itu? Hahaha... ini agak lucu sebenarnya! Rocket league adalah semacam permainan bola tapi bukan orang yang bermain tapi mobil. Mobilnya kecil bolanya besar dikendalikan oleh 3 orang di depan console. Komputer game, ingat itu! Jadi yang disaksikan dalam pertandingan itu adalah 3 buah mobil bermain bola melawan 3 mobil lawan. Game berlangsung selama 5 menit, yang mencetak goal lebih banyak menjadi pemenang begitu saja. Best of 7, artinya harus menang minimal 4 game untuk jadi pemenang pertandingan. Terdengar sangat sederhana dan di awal saya anggap ini semacam permainan bodoh. Tapi saya salah! Ternyata sangat seru. 2 hari saya terus menerus nonton bersama Kano dan begitu bersemangat teriak-teriak!

2 hari ini memang pertandingan-pertandingan puncak Spring Major Rocket League Championship dilaksanakan. Kano sangat menggemari beberapa team terutama Falcon dari Saudi Arabia dan Moist Esport. Team yang kedua ini adalah milik "perusahaan"/pribadi dari Florida, Amerika walaupun 3 orang pemainnya: Joyo, Rise dan Vatira berada di Eropa. 3 nama ini adalah nama "keren"nya, nama aslinya Joe Young, Finlay Ferguson da Axel Touret. Rise adalah yang paling tua berasal dari Inggris berusia 17 tahun. Joyo juga berasal dari inggris dan Vatira berasal dari perancis. Semua anak-anak masih minor, alias masih remaja, anak SMA. Tapi jangan salah penggemarnya sudah jutaan! Bayangkan saja pertandingan grand final yang baru saja selesai ini disaksikan oleh ratusan ribu orang dari seluruh dunia, di Stadionnya sendiri disaksikan oleh puluhan ribu orang secara langsung! Esport memang sudah menjadi bisnis multi Billion dollar!

Hingga sekarang walau tadi saya menikmati betul pertandingan, berteriak-teriak bersama Kano dan merasa deg-degan karena team yang kami sukai hampir kalah di babak-babak awal, masih belum mengerti bahwa banyak sekali hal-hal yang tidak masuk akal terjadi di Esport. Bayangkan saja pasar game, bukan rocket league, tapi game yang isinya berantem, bunuh-bunuhan dan penuh kekerasan di pasar hingga bernilai 1.08 Billion Dollar! Itu trilyunan jika dikonversikan ke dalam rupiah! Pisau virtual, entah apa istilahnya diperjual belikan dan ada yang bernilai 1.5 juta Dollar! Milyaran rupiah! Untuk sesuatu yang tidak bisa dipegang dan serba virtual ini buat saya sama sekali tidak masuk akal. Buat apa saya investasi di sebuah gmbar pisau seharga milyaran? Hmmm.. sepertinya untuk urusan ini saya harus tanya bang Ahkam yang jauh lebih pakar tentang bitcoin dan sebagainya yang virtual. Saya semakin terheran-heran ketika ada yang menawar pisau belati virtual itu seharga 1.5 juta Dollar tapi pemilikya menjawab,"1.5 Million Dollar is low!" Haaaah????? Saya cuma bisa bengong!!!!