"Can you be a little bit faster , please? I need to pee!" Tanya saya tadi pagi. Saya benar-benar kebelet hahaha..
Apartemen kami memang kecil, di lantai dua hanya ada 2 kamar tidur, diantara kamar ada ruang sedikit di lorong untuk belajar dan kamar mandi. Satu-satunya kamar mandi yang tersedia, jadi harus bergantian. Di bawah ada ruang keluarga dan dapur. Cuma segitu! Dan untuk 3 orang dewasa yang sudah tinggal selama hampir 6 tahun, apartemen ini jadi sangat kecil dan barang-barang kami semakin menumpuk di mana-mana. Mungkin sudah harus mengikuti cara Marie Kondo untuk berbenah agar apartemen jadi lebih nyaman hahaha..
Eniwei, kembali ke topik semula yang ingin saya tulis yaitu mengenai kebelet! Hahaha... Mungkin kita semua sudah tahu bahwa dokter menganjurkan semua orang untuk mengosongkan kantung kandung kemih minimal 3 jam sekali. Tapi mengingat kesibukan dan kegiatan kita, hal semacam itu hampir bisa dianggap tidak mungkin. Pertama mungkin karena kesibukan, kedua, terus terang, kita tidak membiasakan diri untuk aware bahwa kita harus melakukan itu. Ini hal yang penting yang hampir selalu diabaikan oleh semua orang.
Soal kesibukan dan kegiatan, pernah membayangkan pekerjaan sopir? sopir truk misalnya. Kalau di Indonesia kebelet ya tinggal berhenti di pinggir jalan dan melakukan hajatnya. Di sini tidak bisa sembarangan, ketahuan pihak yang berwenang melakukan hajat di sembarang tempat pasti ada konsekuensinya. Pernah dengar cerita bagaimana sopir kendaraan perusahaan Amazon? Nah di jalan raya, jalan tol atau highway sering ada rest area, di pemukiman jelas tidak ada dan di sini orang tidak dikenal tidak akan diijinkan masuk rumah menggunakan kamar mandi! Gosipnya di mobil selalu ada botol! Nah silahkan tebak sendiri untuk apa, untuk laki-laki mungkin lebih mudah, saya prihatin jika sopirnya perempuan, dan banyak sekali di sini perempuan yang jadi kurir pengantar barang, tidak hanya perusahaan amazon tapi banyak perusahaan lain. Apalagi sejak pandemi, belanja online meningkat sangat pesat setidak-tidaknya hingga dua kali lipat. Belanja sayur mayur dan kebutuhan sehari-hari saja menggunakan jasa pengiriman. Tetangga-tetangga saya begitu, hampir setiap waktu saya bisa melihat ada beberapa gallon susu, sayur mayur diletakkan di depan pintu oleh para pengantar.
Menunda panggilan alam itu tidak mudah. Tadi pagi saya sampai merasa sangat tidak nyaman. Pertanyaannya berapa lama kita boleh menunggu agar tidak mencapai taraf bahaya? Nah sambil menunggu, iseng-iseng saya mencari tahu. Belajar soal kantung kandung kemih hahaha.. Beruntung sekali sekarang era informasi sudah begitu hebat, sehingga untuk mencari inormasi hanya membutuhkan jari tangan dan dalam hitungan detik informasi bisa diperoleh!
Dari yang saya baca, menunda ke kamar mandi sejam dua jam tidak akan berakibat buruk bagi kesehatan, tapi jika penundaan itu dilakukan terus menerus dan menjadi kebiasaan akan bisa berakibat UTI atau yang diskenal dengan Urinary Tract Infection atau bahasa indonesianya Infeksi saluran kandung kemih.
Katanya juga di dalam Kandung kemih kita itu ada semacam batas, seperti kalau kita masak pop mi, di dalam gelas ada garis untuk takaran air. Nah ketika air seni sudah mencapai garis itu, sinyal dikirim ke otak dan seluruh tubuh bereaksi yang memberikan sensasi ingin kebelakang. Masih ada waktu sekitar 2 jam higga kandung kemih itu penuh. Begitu.
Katanya juga untuk orang dewasa butuh waktu sekitar 9 hingga 10 jam untuk memproduksi 2 cups air seni dan kantong kandung kemih kita itu bisa membesar untuk menampung. Mungkin itu juga sebabnya kita bisa bertahan tidak ke belakang semalam suntuk ketika tidur.
Tapi untuk orang-orang sudah sepuh, keinginan untuk ke kamar mandi menjadi lebih sering. Dokter-dokter di sini sering bergurau dengan mengatakan,"Welcome to potty club!" Hahaha... Sesungguhnya entah mengapa, mungkin karena otak manusia juga semakin sepuh sehingga sinyal yang tidak tepat sering terjadi walau sebetulnya kantung kandung kemih belum penuh. Kata dokter sih penyebab sesungguhnya hingga sekarang masih baru sampai taraf menduga-duga karena belum diketahui benar-benar secara akurat. Yang sejauh ini dipercaya adalah karena aging brain alias otak yang mulai uzur. Mangkanya saya terus menerus berusaha mengasah otak agar otak saya tidak cepat uzur, misalnya menulis. rajin menulis di AES memaksa saya terus berpikir bukan? Ya semacam olahraga otak begitu agar tetap sehat dan tidak salah sinyal yang sebetulnya kepingin tidur malah dikira kepingin pipis, repot kalau begitu! hahahaha...