AES 660 Buat Kakek Di Masa Depan
joefelus
Wednesday March 15 2023, 12:29 AM
AES 660 Buat Kakek Di Masa Depan

Hahaha... Aneh-Aneh saja ya! Tapi ini menarik dan butuh imajinasi, jadi saya akan coba. Jadi ceritanya begini, ketika membuka laman tempat saya biasa menulis, tiba-tiba ada sebuah ajakan untuk menulis surat kepada diri sendiri di masa depan ketika berusia 100 tahun. Sepertinya ada hal baru di laman itu, yaitu semacam ajakan dengan menampilkan ide untuk menulis. Nah saya merasa tertantang sebab terus terang saya tidak pernah memikirkan apa yang akan terjadi ketika nanti saya berusia 100 tahun. Yang normal adalah orang tua yang menasihati yang muda, jadi yang normal adalah saya yang berada di masa depan saat berusia 100 tahun menasihati saya yang masih muda agar tidak macam-macam dalam hidup. Bukannya begitu? Nah ini adalah kebalikannya, jadi saya butuh imajinasi yang luar biasa agar bisa menulis surat untuk diri sendiri ketika nanti berusia 100 tahun. Hmm...

Saya ingat sebuah episode di film Star Trek Voyager yang berjudul Timeless. Ini sebuah cerita flashback. Di masa depan dikisahkan ketika ensign Harry sudah lanjut usia dan berusaha kembali ke masa lalu karena ceritanya dulu pesawat mereka terdampar di sebuah planet dan membeku sementara pada saat itu Harry bersama Chakotay yang selamat berada di shuttle kecil terbang beberapa detik di depan pesawat USS Voyager sebagai pemandu. Mereka bertugas melakukan kalkulasi agar menunjukkan arah terbang pesawat yang tepat untuk pulang ke bumi. Tapi Harry melakukan kesalahan kalkulasi sehingga pesawat Voyager terlempar ke salah satu planet dan semua orang tewas. Sejak itu Harry selalu berusaha untuk mencari cara kembali ke masa lalu. Akhirnya ditemukan cara dan Harry dapat menyelamatkan pesawat itu dengan mengirimkan pesan ke masa lalu beberapa saat sebelum kecelakaan terjadi. Bencana terhindari. Dalam pesan itu Harry menyelipkan sedikit surat untuk dirinya sendiri ke masa lalu ketika masih muda. Judul surat itu From Harry Kim to Harry Kim. Nah itu surat Harry tua ke Harry muda. Yang tua menasihati yang muda khan sudah biasa, bukan? Sekarang saya mau menulis surat ketika saya masih muda ke saya yang sudah tua tanpa tahu apa yang akan saya alami sejak saat ini ke masa jadi kakek-kakek. Susah khan?

Hmmm... Mungkin saya akan menulis begini:

Kakek Jo,

Mudah-mudahan surat ini benar-benar sampai ditanganmu dan kalau kakek saat ini membaca, artinya kakek Jo dapat menjaga kesehatan sehingga mencapai usia 100 tahun. Selamat ya. Jarang-jarang ada orang yang mampu tetap hidup berbahagia hingga mencapai usia 100.

Kek, ini yang saya harapkan dari kakek ketika merayakan usia yang ke 100 tahun. Yaitu kakek dapat menikmati masa tua dengan tetap sehat, independen tanpa bantuan orang lain dan bersemangat seperti saya sekarang ini. Memang jika kakek di usia 100 tidak terlalu sehat, itu akibat dari perbuatan saya selama ini. Mohon maaf ya kek, saya berusaha loh. Lihat saja, kalau kakek masih ingat, saya berolahraga hampir tiap hari, menjaga makanan bahkan hingga selalu berusaha menulis berapa kalori yang dimakan setiap hari dan menghitung berapa kalori yang dibakar ketika berolahraga. Tujuannya apa? Kakek pasti tahu, yaitu supaya tidak berlebihan, tubuh tetap bugar dan terjaga dan di masa tua tidak banyak menghadapi gangguan kesehatan. Nah saya berdoa dan berharap semoga usaha yang saya lakukan sekarang ini berbuah baik dan dapat dinikmati hasilnya oleh kakek.

Bagaimana Kano, Kek? Apakah dia dapat berhasil seperti yang selalu saya harapkan? Apakah kakek merasa bangga dengan prestasi dan jalan kehidupan yang dia pilih? Mudah-mudahan ya, Kek. Saya berusaha membimbing dia dengan segala keterbatasan yang saya miliki. Jadi orang tua itu tidak mudah, kakek mengerti toh? Tidak ada sekolah menjadi orang tua, semua yang saya jalani berdasarkan niat baik dan apa yang saya pikir baik bahkan yang terbaik untuk anak saya. Kakek menyaksikan sendiri bukan? Sayang kakek tidak dapat mengatakan atau membisiki saya saat ini, sehingga yang ada dalam pikiran saya hanya angan-angan. Tapi disertai usaha yang keras loh, sejauh ini sih kelihatannya mengarah ke jalan yang baik dan untuk saat ini sangat membanggakan, mudah-mudahan dia benar-benar mempertahankan apa yang sudah dia lakukan dengan baik dan bahkan berusaha lebih baik lagi.

Sekarang kembali lagi ke kita, yaitu saya dan kakek. Kek, kalau diingat-ingat lagi, kita sudah selalu berusaha sebaik-baiknya. Banyak kejutan dalam hidup kita, banyak yang tidak pernah kita impikan justru terjadi dan banyak yang kita impikan justru terwujud bahkan lebih dari yang kita harapkan. Sejauh ini saya merasa sebagai orang yang beruntung dan mendapat kasih dan karunia dari Tuhan melebihi dari yang saya layak peroleh. Nah saya tidak tahu tahun-tahun yang akan datang, kakek jauh lebih tahu. Saya saat ini hanya terus berusaha dan terus bermimpi tanpa pernah menyerah. Masa kecil kita yang sederhana tapi kalau diingat-ingat ternyata membahagiakan juga, bukan? Ingat celana putih dari kain tebal yang berkali-kali sobek dan berkali-kali ditambal sehingga sulit dilipat? Nah itu menjadi saksi kebahagiaan yang kita alami. Saya tidak ingat lagi hal-hal yang menyedihkan sebab ketika lapar, banyak pohon jambu di belakang rumah, ketika ingin jajan kita tinggal memanjat pohon kedondong,mangga, atau ciremai dan dengan berbekal garam serta cabe rawit kita sudah menikmati "rujak" yang tidak kalah nikmatnya dengan rujak bibi, duh lupa namanya, yang selalu menjajakan jualannya. Mungkin karena tidak punya uang saku kita selamat tidak terjangkit kolera karena jajan rujak itu hahaha.. Kalau kata orang bule itu namanya blessing in disguise hahaha... betul khan?

Banyak lagi pengalaman kita hingga akhirnya nekad pindah ke kota besar mencoba menjadi seseorang tapi kemudian merasa itu bukan pilihan yang tepat lalu sekali lagi nekad untuk mengejar pendidikan yang lebih tinggi tanpa biaya yang jelas. Orang tua begitu khawatir karena tidak mampu membantu, toh akhirnya berhasil. Tidak mengeluh khan, kita? Kalau diingat-ingat itu saat-saat yang membahagiakan juga walau lagi-lagi dalam kesederhanaan, malah saya selalu menyebutnya mahasiswa miskin yang kurus kering hahaha.. Pokoknya perjalanan hidup kita penuh dengan pengalaman seru dan seringkali diluar akal sehat karena jika dibayangkan dari awal kemungkinan akan terjwujud itu hampir mustahil. Buktinya bisa khan? Nah Kek, sekarang juga saya tidak yakin akan dapat mencapai usia 100 tahun, tapi sekali lagi jangan pernah menganggap remeh takdir. Percaya atau tidak, banyak yang tidak terbayangkan telah menjadi kenyataan.

Kek, beberapa waktu yang akan datang saya akan mengalami lagi petualangan baru yang seru. Takut? Tidak lagi. Selama ini saya belajar bahwa rasa khawatir dan rasa takut karena ketidak tahuan itu seringkali hanya membuang waktu dan tenaga. Yang harus dilakukan adalah terus mengalir, menjalani dengan sebaik-baiknya dan tetap fokus. Kehawatiran hanya menghambat. Tidak selalu berhasil sih, saya masih sering khawatir, itu hal yang wajar kok. Katanya rasa khawatir adalah rambu-rambu untuk tetap selalu berhati-hati. Nah saya berusaha untuk tidak terus larut dalam hal itu. Betul khan ya, Kek? Mudah-mudahan saja saya betul, tapi walau seandainya tidak terlalu tepat, toh selama ini tidak terjerumus. Jadi tetap banyak hal positifnya.

Nah ini surat saya ketika masih muda. Eh tidak muda juga kok tapi dari saya yang merasa belum terlalu tua hahaha.. Mudah-mudahan kakek benar-benar sedang membaca surat ini. Sehat selalu dan yang terutama bahagia selalu ya, kek! Salam dari dirimu di masa lalumu yang masih terus berjuang!

Jo

Foto credit: os.me