AES 665 What If's
joefelus
Monday March 20 2023, 6:46 AM
AES 665 What If's

Musim dingin sudah hampir berakhir, tinggal sekitar 3 hari lagi akan mulai musim semi. Beberapa saat yang lalu saya salah dan menulis bahwa perubahan waktu maju 1 jam merupakan pertanda pergantian musim, ternyata saya lupa bahwa yang sesungguhnya perubahan musim baru beberapa hari lagi. Tak apa, kesalahan adalah hal yang wajar, dengan demiakian saya selalu ingat bahwa perubahan waktu entah maju atau mundur bukan merupakan perubahan musim.

Musim dingin ini merupakan musim dingin saya yang terakhir, sebelum musim gugur kemungkinan besar saya akan sudah kembali ke tanah air dan menghadapi petualangan baru. Ini akan menjadi sbeuah petualangan yang berbeda, karena Kano tidak akan tinggal bersama kami lagi. Saya akan kembali menjalani hidup berdua bersama Nina sementara Kano akan benar-benar memulai kehidupan mandirinya. Ini akan menjadi hal yang sama sekali baru bagi kami semua. Hampir 18 tahun bersama dan ini akan terasa sangat sulit bagi kami semua.

Dalam hidup kita dihadapkan banyak sekali pilihan. Kita kadang memiliki banyak waktu untuk memilih dan mempertimbangkan banyak hal sebelum membuat keputusan. Hampir semua keputusan yang kita pilih memiliki risiko, ada yang risikonya sangat besar ada yang sangat minimal. Ada pilihan yang sangat sulit dan ada yang mudah. Semua kita alami secara berulang-ulang dan sesudah menjalani pilihan dan menerima konsekuensinya tidak jarang kita berpikir "what if" maksudnya sering kali kita berpikir sesudah mengambil keputusan dengan membayangkan alternate ending jika kita memilih yang lain. Itu hal yang biasa, dan juga merupakan salah satu bentuk evaluasi dari semua kejadian yang sudah kita alami.

Dalam mempertimbangkan pilihan yang harus kita ambil, kita memikirkan risiko. Vergel de Dios mengatakan “We expose ourselves to greater risk if we don’t understand a potential threat or choose to ignore it." Beliau memberi contoh dengan adanya Covid 19, apakah kita akan tetap bertindak seperti sebelumnya? Apakah kita akan menolak mengenakan masker dan menyentuh wajah kita tanpa terlebih dahulu mencuci tangan? Apakah kita akan tetap kumpul-kumpul dengan orang lain di ruangan tertutup? Kita dihadapkan pada risiko yang sangat besar jika tidak mengerti ancaman yang sangat potensial maupun mengabaikannya. Pilihan selalu terkait dengan risiko. Butuh pertimbangan dan pemikiran yang matang sebelum kita mengambil keputusan.

Kadang saya bermain-main dengan pikiran, walau tentu saja tidak ada jawaban yang jelas. Seperti misalnya saya berpikir jika seandainya dulu tidak berani memutuskan untuk melepaskan diri dari orang tua dan belajar hidup mandiri di kota lain. Atau jika memutuskan tidak pergi merantau. Memang tidak ada jawaban tapi bermain dengan pikiran semacam itu sangat menarik.

Seperti saya katakan barusan pilihan selalu memiliki konsekuensinya, bisa negatif atau positif. Ketika pikiran tentang "bagimana seandainya" muncul, seringkali saya memejamkan mata dan membayangkan seandainya saya tidak mengambil keputusan itu, atau apakah ada potensi yang memungkinkan saya untuk mengambil keputusan lainnya? Apakah saya akan berakhir seperti sekarang ini jika mengambil keputusan yang lain? Itu permainan pikiran yang menarik sekali dan menurut saya merupakan semacam refleksi yang akhirnya bisa membuat saya bersyukur jika ternyata itu merupakan pilihan yang tepat, juga sebaliknya memberikan kesempatan saya untuk belajar, memberikan pengalaman yang nyata karena sebuah pengambilan keputusan yang kurang tepat. Dari situ saya menjadi semakin peka dan bijak. Saya bisa selalu mengingatkan diri dan berkata,"Ingat dulu kamu memutuskan bereaksi seperti ini dan berakhir kurang baik, sekarang kamu harus lebih bijak untuk tidak mengulang kesalahan serupa."

Kita harus selalu mencoba mengerti keindahan dan tujuan dari sebuah pengambilan keputusan. Kita perlu mengambil keputusan atas segala sisi kehidupan dan setiap keputusan yang kita ambil akan membawa kita ke dalam sebuah perjalanan yang harus kita hadapi. Perjalanan itu ada kemungkinan berakhir untuk kebaikan kita atau kadang juga berakhir buruk. Tapi tidak ada perjalaan yang sia-sia! Setiap langkah yang kita ambil dalam hidup akan meninggalkan jejak yang memberikan kita sebuah pencerahan, kebijakan dan pengalaman yang perlu kita dalami, kita pelajari dan kita renungkan.

Dalam beberapa bulan ke depan, ada banyak pertimbangan yang harus saya renungkan baik-baik. Beberapa keputusan penting sepetinya sudah dipilih. Saya tidak pernah tahu akan berkahir bagaimana, tapi setelah menilik semua sisi dan memikirkan risiko dari kemungkinan yang akan dihadapi, saya harap akan merupakan keputusan-keputusan yang tepat. Tapi walau bagimana, semua keputusan itu membuka pintu bagi saya untuk bisa belajar, bisa menjadi lebih bijak dalam menjalani kehidupan ini.

Foto credit: goodtherapy.org