AES 713 Remembering
joefelus
Sunday May 7 2023, 12:03 PM
AES 713 Remembering

"What do you want to mamam, Kano? Tanya Nina

"Spinach, ketchup, potato, cucumber and... carrot." Kata Kano dengan aksen bulenya. Saat itu Kano duduk di stroller dan kami sedang menunggu meja di dalam restoran disiapkan. Saat itu tanggal 30 Agustus, 2007.

Saya tidak punya ide untuk menulis hari ini dan kejadian kemarin ketika saya melihat Kano di tempat kerja dengan seragam barunya masih begitu overwhelming. Siapa menyangka seorang anak kecil yang dulu sangat menggemari french fries, wortel dan mentimun dimakan dengan saos tomat sekarang sudah bisa sibuk memanggang daging untuk hamburger, membuat grilled cheese dan quesadilla untuk memberi makan ratusan orang. Sejauh ini, itu pekerjaan dia, bekerja memanggang di flat top dan grill. Saya tidak pernah membayangkan bahwa dia sudah mampu mencari nafkah bahkan hampir menyamai penghasilan orang tuanya di usia masih muda, bahkan jika di Amerika usia legal untuk bisa bertanggungjawab sendiri, seperti membuka rekening bank dan sebagainya adalah di usia 18 tahun. Kano masih 1 bulan lagi baru berusia 18 tahun. Di pekerjaannya masih ada limitation peralatan yang belum bisa dia gunakan seperti misalnya slicer.

Hari ini saya tidak harus bangun terlalu pagi, oleh sebab itu sepanjang pagi saya hanya merenung atau lebih tepat melamun tentang perjalanan hidup hampir selama 18 tahun terakhir ketika Kano mulai hadir di kehidupan saya. Masa-masa yang luar biasa! Sekarang sudah hampir mendekati masa dimana dia sungguh-sungguh melepaskan diri dari orang tuanya dan bisa mulai hidup mandiri. Masih ada beberapa hal yang harus dia siapkan tentunya, tapi sebagian besar saya lihat dia sudah siap.

"I still want to enjoy being spoiled until you guys are leaving." Begitu katanya sebagai upaya menunda-nunda menyewa apartemen sendiri. Saya sebagai orang tua juga tidak keberatan, bukan apa-apa, saya juga masih ingin bisa berdekatan dengan si kucrit yang sudah lebih besar dan lebih tinggi dari saya selama mungkin hingga pada saatnya kami harus berpisah. Kenapa tidak? Secara ekonomis memang baik karena kalau kita hanya cukup membayar sewa1 apartemen, mengapa harus menyewa 2? Cepat atau lambat kami harus berpisah tapi saya memilih yang lambat hahaaha..

Menyaksikan anak ini tumbuh dan berkembang sungguh merupakan masa-masa yang menakjubkan. Bagaimana saya mulai belajar memandikan dan mengganti pakaian dia, lalu dia sendiri belajar memegang sendok untuk belajar makan sendiri, bahkan menyaksikan dia belajar berjalan jatuh bangun di lobby gedung tempat kami tinggl dulu merupakan masa-masa yang bagi saya sangat menyenangkan. Saya masih ingat pertama kali mengantar dia ke sekolah ketika belum berusia 2 tahun. Well, lebih tepat sebagai kelompok bermain, menyaksikan dia berjuang untuk bisa mengikuti instruksi. Atau ketika mengajak dia ke sekolah berenang dan menjadi penyebab kelas dibubarkan gara-gara Kano muntah di kolam renang sehingga kolam langsung ditutup. Bayangkan saja bagaimana dengan rasa bersalah dan malu saya harus minta maaf ke puluhan orang tua karena kelas dibubarkan.

Mencari sekolah merupakan usaha yang sulit. Ketika kami di Indonesia, kami keliling mencoba kesana-kemari, try out berkali-kali. Kano bukan anak yang mudah dengan begitu saja memasuki suasana baru. Mencoba di beberapa tempat dia kabur! Kalau dia tidak suka, tidak bisa dipaksa. Bahasa juga menjadi masalah karena Kano pada saat itu hanya berbahasa Inggris, sementara sekolah-sekolah mengharuskan anak-anak mampu berkomunikasi dalam bahasa Indonesia. Sekolah TK akhirnya di International school. Kebetulan salah satu gurunya adalah kenalan saya dan Kano suka. Lalu masuk Smipa ketika sekolah dasar, sebelum lulus dia harus ikut orang tuanya pindah lagi ke rantau. Mencari sekolah lagi lalu harus memulai suasana baru lagi, lalu pindah ke SMA ya begitu lagi. Yang saya perhatikan kemampuan dia beradaptasi ternyata sangat baik.

Lulus SMA 1 tahun lebih cepat lalu dia memutuskan untuk istirahat dulu dan mencoba bekerja. Suasana baru lagi! Lalu pindah kerja ke universitas dan berusaha menjadi State classified dengan tujuan agar dia dapat melanjutkan jenjang pendidikan tanpa dipungut biaya. Untuk tahapan ini Kano sudah berhasil, dia resmi menjadi state classified employee. Nah tinggal kuliahnya yang nanti harus dia mulai begitu waktunya tiba.

Waktu terasa bergulir begitu cepat. Sepertinya belum lama ketika Kano yang masih lucu mendatangi para mahasiswa yang sedang duduk di lantai berdiskusi lalu dia bertanya dalam bahasa Inggris sehingga para mahasiswa itu kelabakan saling mendorong teman-temannya untuk menjawab. Dari jauh saya berusaha menyembunyikan gelak tawa. Atau Kano nyeletuk memperbaiki ucapan salah satu mahasiswa yang salah mengucapkan sebuah kata dalam bahasa Inggris hahaha.. Tiba-tiba masa -masa itu berlalu. Atau ketika saya kesulitan masalah komunikasi ketik dia beranjak ke masa remaja, tidak mau mendengarkan dan sebagainya, kemudian secara ajaib dia berubah total dan menjadi seorang anak yang manis. Entah ada keajaiban atau mukjizat apa pada saat itu. Atau ketika mengantar dia pergi bekerja di hari pertama lalu sepanjang hari saya begitu was-was. Semuanya berjalan dengan lancar. Sungguh, waktu bergerak tanpa terasa.

Untungnya teknologi sudah sangat maju saya punya ratusan video, ribuan foto dan juga ratusan tulisan yang selalu menjadi media pengingat. Kalau saya kangen masa-masa itu, tinggal melihat lagi ribuan foto-foto itu, memutar ulang video-ideo yang pernah kami buat atau membaca cerita-cerita yang pernah saya tulis. Hidup itu memang begitu menarik!