"Hey No, will you listen to this?" Tanya saya ketika tadi malam menjemput Kano di tempat kerja sambil menunjukkan telepon genggam saya.
Saya kemudian membuka voice mail, lalu menekan beberapa angka PIN dan kemudian muncul sebuah pesan:
"Good Evening. This is Vivid. Calling regarding ... (menyebut nama sahabat saya, dan alamat rumahnya) We receive a burglar alarm at 6:31. We will dispatch a cop, dan seterusnya."
"Whaaaat?" Teriak Kano.
"That's me!" Kata saya sambil terbahak-bahak.
"What do you mean?" Tanya Kano
"I broke into the house to deliver malasadas." Kata saya terbahak bahak.
Lalu saya mulai bercerita. Sore tadi Nina dan saya tertarik untuk membeli malasadas (Donut Portugis). Ini kesempatan baik agar Nina tidak hanya diam di rumah, jadi saya menyetujui. Nah tiba di lokasi saya lihat salah satu di menunya ada chocolate hazelnuts. Saya langsung ingat mas Aris, sahabat saya yang sangat menyukai Nutella. Jadi saya beli untuk dia setengah lusin. Saya pikir mumpung masih hangat kami akan langsung mengantarkan ke rumahnya, sekalian beli bensin karena indikator bahan bakar sudah mulai menunjukkan perlu diisi. Hanya saja pada saat itu saya butuh pipis jadi saya memutuskan untuk langsung ke rumah sahabat saya dan nanti akan menumpang ke kamar mandi.
Jalanan ternyata lumayan padat sehingga kami tiba di rumah sahabat kami ini agak terlambat. Rumahnya gelap di bagian luar, lalu saya tunggu beberapa saat. Tapi karena saya sudah perlu ke kamar mandi dan kebetulan saya tahu angka kombinasi untuk masuk kerumahnya, maka saya memberanikan diri untuk membuka pintu dengan menekan beberapa angka. Pintu terbuka dan di dalam rumah ternyata sangat gelap. Lalu saya langsung sadar bahwa sahabat saya belum tiba di rumah dan rumah itu dilengkapi dengan alarm. Langsung terdengar bunyi alarm. Saya tidak sempat lagi ke kamar mandi, langsung taruh donut di meja dan keluar sambil mengunci pintu. Rumah ini memang semua serba otomatis, dengan menekan angka angka sandi maka pintu akan terbuka kuncinya, untuk mengunci tinggal tekan satu tombol lalu pintu dengan sendirinya akan mengunci. Karena saya sudah kebelet, langsung masuk ke mobil dan ngebut pulang.
Tiba di rumah sahabat saya menegur. "Lain kali kalau mau masuk rumah kasih tahu dulu supaya saya mematikan alarm. Tuh ada beberapa polisi pas saya tiba di rumah. Mereka keliling mengechek rumah!" katanya
Saya tentu saja minta maaf sambil tertawa-tawa. Saya juga membayangkan seandainya tidak langsung pulang tentunya ditangkap dan diborgol oleh polisi yang dikirim oleh perusahaan security yang digunakan oleh sahabat saya itu. Hahaha.. Kacau!
Saya jadi ingat bertahun-tahun yang lalu ketika bekerja di toko roti lapis di Hawaii. Kepemilikan restoran atau toko itu memang beralih, boss saya yang lama pensiun dan pindah ke California. Nah boss saya yang baru masih muda, David Reed namanya. Suatu pagi dia masuk ke restoran, biasanya saya sebagai orang pertama yang masuk pagi, tapi entah mengapa hari itu dia yang terlebih dahulu. Nah lucunya dia lupa kode alarm toko itu, jadi suara alarm yang kencang langsung berbunyi dan karena panik, mesin alarmnya yang menempel di dinding langsung dia tarik hingga jebol. Beberapa saat kemudian beberapa orang polisi tiba dengan senjata terhunus. Boss saya teriak ketakutan," Don't shoot, don't shoot!, I am the owner, here is my ID." Katanya. Hahaha.. Polisi akhirnya bisa memastikan bahwa semuanya aman dan mereka pergi. Saya baru masuk beberapa saat kemudian dan melihat alarm yang jebol membuat saya bertanya. Nah akhirnya David cerita apa yang terjadi hahaha..
Malam ini memang kacau. Ini pengalaman kacau saya pertama gara-gara butuh ke kamar mandi sehingga tidak berpikir dengan jernih sehingga membuat kekacauan dengan bunyinya alarm lalu didatangi polisi. Untungnya saya sudah keburu kabur sehingga tidak ditangkap polisi hahaha..
Foto credit: wklaw.com