Masih ingin melanjutkan obrolan tentang keinginan saya, atau mungkin juga "mimpi" tentang kegiatan-kegiatan yang nanti akan saya lakukan di masa "pensiun". Kemarin saya cerita bahwa saya akan banyak menghabiskan waktu di dapur, menjalankan hobby dan kegemaran saya bermain-main dengan makanan. Sesungguhnya saya masih punya banyak lagi keinginan lain.
Kegemaran saya yang lain adalah membaca dan juga menulis. Saya punya berbagai koleksi buku-buku yang sudah lama sekali saya kumpulkan. Buku-buku Mitch Albom yang merupakan salah satu penulis yang paling saya gemari sudah lengkap saya miliki dan sebagian besar belum saya baca. Memiliki buku dan membacanya merupakan dua kegiatan yang berbeda dan bagi saya sama-sama menariknya. Seperti saya sering cerita, jika saya pergi ke tempat baru, saya akan beruaha membeli buku. Di buku itu nantinya akan saya tulis dimana tempat saya memperolehnya dan tanggal berapa. Ini merupakan keasyikan saya yang sudah dilakukan selama puluhan tahun. Saya beberapa kali bercerita bahwa buku Mitch Albom pertama yang saya beli itu di kota New York, bulan Januari (tanggalnya lupa, tapi tertera di buku itu) tahun 1999, berjudul Tuesday With Morrie. Ini buku yang sudah kucel karena terlalu sering saya baca. Nah kebiasaan asyik yang saya lakukan itu terus berlangsung hingga sekarang.
Membawa buku-buku pulang ke tanah air itu tidak murah, tapi saya rela melakukannya karena nilai "keasyikan"-nya tidak dapat dibandingkan dengan biaya membawanya. Teman-teman saya di Smipa dulu pernah "kecipratan" ketika saya membagi-bagikan buku anak-anak. Bukan karena saya royal, tapi sangat sayang jika buku-buku itu hanya menjadi pengumpul debu. Saya tahu buku-buku itu hanya akan didiamkan di sudut karena Kano sudah melewati masa-masa menikmati buku-buku itu. Akan lebih membahagiakan jika buku-buku itu dapat dinikmati oleh teman-teman yang membutuhkan. Tapi buku-buku saya beda lagi karena tidak terbatas pada usia. Oleh sebab itu selalu saya simpan baik-baik.
Itu buku. Soal menulis, sudah banyak saya ungkapkan dalam cerita-cerita saya yang dulu-dulu, jadi akan basi jika saya ulang-ulang lagi. Nah kegemaran saya yang lain, yang sampai sekarang masih kurang berhasil adalah bercocok tanam, terutama tanaman bumbu. Saya sudah memiliki ide dan akan saya coba praktikan lagi nanti di tanah air. Dulu saya tidak berhasil karena kurang pengetahuan dan juga akses saya terhadap informasi masih agak terbatas. Sekarang akan sangat mudah mencari tahu. Saya akan coba lagi.
Nah, itu kegiatan-kegiatan yang akan banyak saya lakukan disamping juga nanti jika memungkinkan saya ingin sedikit mempercantik rumah. Banyak waktu senggang, jadi harus dimanfaatkan dengan melakukan kegiatan yang menarik dan bermanfaat.
Sekarang keinginan yang paling tidak masuk akal dan kemungkinannya sangat kecil. Hahahaha. Jika saya memang diberi kesempatan dan dimungkinkan, mimpi saya yang paling muluk ada dua. Pertama saya ingin travelling ke berbagai negara. Saya pernah iseng mengelola klab masak di Smipa, lalu mulai menulis tentang perjalanan kuliner dari Asia tenggara hingga ke berbagai tempat manca negara. Itu sebetulnya adalah keinginan saya yaitu ingin pergi ke berbagai tempat dan menikmati makanan-makanan otentik di tempat asalnya.
Lalu yang kedua apa? Saya ingin memiliki rumah kecil di desa, kalau bisa ada akses ke laut atau danau. Saya ingin punya sedikit lahan untuk bercocok tanam dan kalau perlu memelihara beberapa binatang. Lalu karena ada akses ke laut atau danau, saya ingin punya perahu kecil. Di mana tempat ideal yang saya inginkan? Di Pacific North West! Di sekitar kota Seattle ada berberapa pulau yang telah membuat saya kepincut. Saya punya beberapa orang teman di sekitar situ, dan salah satu diantara mereka juga mempunyai perahu. Daerah situ memang sangat sempurna, ada gunung, ada laut, ada salju, dan musim panasnya juga tidak terlalu panas bahkan cenderung basah. Ingat film-film Twilight saga? Basah, penuh pepohonan, kabut, laut dan salju. Ini adalah tempat yang saya idam-idamkan. Punya tempat tinggal kecil di desa dekat hutan, dekat laut, damai dan penuh keheningan. Ini memang mimpi yang sangat muluk, tapi tidak apa-apa. Mimpi tidak dipungut biaya, jadi saya bisa berandai-andai. Ini juga jadi kegiatan yang menyenangkan hahahaha
Foto credit: 123rf.com