Saya yakin semua dintara kita sudah pernah mengalami kejadian dimana kita harus menunggu dengan berdebar-debar karena tidak dapat mengikuti semua peristiwa secara detail dan terpaksa harus menunggu hingga akhir dan hasilnya diungkapkan. Pasti pernah bukan?
Contohnya misalnya ketika menunggu anggota keluarga yang melahirkan. Hmm.. Saya sulit bercerita soal ini sebab saya sendiri tidak mengalami. Saya tidak pernah menunggu teman atau anggota keluarga yang melahirkan. Yang saya alami justru berada di dalam ruang orperasi ketika Kano dilahirkan. Sangat luar biasa pengalamannya tapi berbeda dengan "menunggu" yang ingin saya ungkapkan.
Atau begini, menunggu teman, keluarga atau pasangan kita ketika sedang dioperasi. Nah ini saya alami berkali-kali. Seperti ketika Nina dioperasi total knee replacement, 3 kali malah. Kaki kiri, kaki kanan lalu kaki kanan lagi ketika ada infeksi. Nah ketika menunggu, berbagai perasaan berkecamuk antara rasa khawatir, ketidak sabaran ingin segera berakhir dan memperoleh berita baik tentang proses dan hasil dari operasi. Ini peristiwa yang sangat luar biasa. Memang sesudah berapa saat terlupakan tapi ketika kejadian yang mirip kemudian muncul lagi, maka perasaan unik yang sama mulai teringat kembali dan dialami lagi.
Peristiwa lain adalah menunggu orang ujian. Nah 25 tahun yang lalu saya mengalami ini ketika Nina sedang defend thesis untuk program master. Waktu itu saya tidak hadir karena harus bekerja, sementara Nina yang saat itu menggunakan kursi roda karena beberapa waktu sebelumnya mengalami kecelakaan harus dibantu seorang sahabat, didorong dengan kursi roda ke gedung fakultas dia untuk sidang. Saya di tempat kerja hanya dapat berdebar-debar dan menduga-duga apa yang saat itu sedang terjadi. Kala itu saya masih belum memiliki telepon genggam karena merasa belum membutuhkan. Padahal di Indonesia saya sudah lama pakai. Di rantau sangat mudah menggunakan telepon biasa jadi agar hemat, tidak pakai telepon genggam. Saya ingat sekali ketika jam kerja saya berakhir langsung saya bergegas pulang karena ingin segera mengetahui hasil dari sidang Nina.
Program master Nina di Fort Collins biasa-biasa saja, sudah terjadi beberapa tahun yang lalu, malah Nina tidak ikut wisuda. Toh ini bukan program master dia yang pertama. Saat itu sama sekali tidak ada kejadian yang menarik, saya tidak melalui proses menunggu sambil berdebar-debar. Tapi beberapa hari mendatang Nina akan defend program doktoral dia. Ini peristiwa yang sangat penting sebab perjuangan hingga mencapai fase ini sudah dirintis sejak lama sekali, penuh dengan perjuangan, pengorbanan, keringat bahkan air mata. Saya yang mendampingi tidak hanya ikut menyaksikan tapi juga merasakan.
Hidup memang tidak terlepas dari drama, bukan? Hahaha.. Seperti telenovela saja! Tapi telenovela tidak akan pernah ada jika di kehidupan sehari-hari tidak ada kemiripan. Kami melalui itu semua, oleh sebab itu segala bentuk perjuangan yang kami hadapi tidak akan pernah terlupakan. Sama seperti makanan, ketika kita harus berusaha setengah mati untuk dapat memperoleh sesuap nasi, dan pada saat kita begitu lapar dan kelelahan karena banyak peristiwa yang harus dilalui maka makanan itu akan terasa sangat nikmat, bukan? Atau contoh yang "luar biasa" seperti ini, ketika kita sedang berjalan jauh lalu ada keinginan buang air kecil tapi kita tidak dapat menemukan tempat untuk melakukan itu dan terpaksa harus berjuang serta menahan diri hingga tiba di rumah, nah bayangkan bagaimana perasaan dan kelegaan kita ketika semua usai? Luar biasa, bukan? Hidup sangat penuh dengan drama bahkan yang terdengar sangat konyol sekalipun hahaha..
Ya, minggu-minggu kedepan ini akan merupakan serangkaian peristiwa yang luar biasa bagi saya, bagi Nina dan juga bagi Kano. Kami bertiga sudah melalui sekian banyak peristiwa dan mudah-mudahan semuanya akan berakhir dengan luar biasa seperti yang sedang saya rasakan saat ini. Sangat sulit, tapi saya dapat jamin bahwa semuanya akan luar biasa!
Foto credit: Inc.com