AES 1136 Holes To Fill
joefelus
Friday July 5 2024, 11:16 PM
AES 1136 Holes To Fill

"Mary Ann, I have a question. How did you deal with the loss when your kids leave the house?" Tanya saya tadi malam.

Mary Ann adalah host family kami di Fort Collins, seorang wanita berusia 80 tahunan, mantan guru, juga mantan biarawati yang kemudian menikah dengan David yang sekarang berusia 85 tahun. Mereka pasangan yang sangat luar biasa dan dalam usia lanjut ini mereka masih sangat aktif. David yang juga dulu adalah guru biologi baru saja pensiun sebagai volunteer untuk kegiatan ourdoor membawa banyak pengunjung naik turun gunung dan hiking.

"Well, there will be holes to fill, a lot of cries, and eventually it'll be ok." Kata Mary Ann.

Saya bertanya karena Mary Ann puya 2 orang anak yang sudah dewasa dan hidup di tempat mereka masing-masing. Terus terang saya banyak membaca tentang ini tapi pengalaman "first hand" biasanya jauh lebih akurat dan lebih berugna untuk saya dari pada membaca tulisan yang biasanya sudah terlalu teoritis.

Saya banyak menyaksikan keharuan ketika orang tua mengantar anaknya untuk kuliah lalu mereka tinggal di asrama. Tidak jarang saya melihat peluk cium dan tangis-tangisan. Tidak jarang ketika sudah berpamitan orang tua atau anak yang akan masuk asrama berlari kembali dan memeluk orang tuanya dengan penuh air mata. Dulu saya merasa agak konyol, toh walau berlainan kota, mereka masih 1 negara bahkan tidak jarang masih 1 state, jadi hanya dibatasi jarak ratusan kilometer saja. Jangan salah, saya juga sering ikut terharu melihat mereka yang saling mengucapkan kata perpisahan dan orang tua menasihati anaknya untuk berkelakukan baik dan sebagainya. Sdekarang saya dapat merasakan sendiri bahwa perpisahan dengan anggota keluarga meninggalkan lubang di dalam hati yang sulit untuk di-"isi".

"You will find something new, you will find new purpose in your life, Jo" Kata david yang ikut nimbrung percakapan kami.

Kemarin memang kami diundang untuk makan malam. Nina, Kano dan saya hadir di sana. Saya berusaha belajar dari pengalaman mereka, kenapa tidak? Dalam hidup kita tidak akan pernah dapat berhenti belajar dan tidak selalu dari buku atau bahan bacaan, seringkali justru belajar dari pengalaman orang lain lebih baik. Itu yang berusaha saya serap dan pelajari.

Mary Ann dan David kemudian bercerita pengalaman mereka, bahkan ketika pertama kali mereka berjumpa ketika Mary Ann masih tinggal di konven sebagai biarawati. Eniwei, setidak-tidaknya saya mempunyai gambaran kira-kira apa yang nanti akan saya alami walau tentu saj tidak akan sama, Seiap orang memiliki keunikan masing-masing apalagi saya dan Nina akan tinggal ribuan kilometer jauhnya dari tempat Kano tinggal.

"Hey Dad, Do you have free time this weekend?" Tanya Kano

"I can make time. Why?" Tanya saya.

"I want to show you how to use the VR I gave you so later when you are in Bandung we can play together." Kata Kano

Dia memang telah menemukan "cara" ala dia untuk tetap dapat berhubungan dengan kami. "We can do face time or video call when we miss each other." Katanya.

Ya, jaman sekarang memang banyak cara untuk terus mempertahankan silaturahmi, mempertahankan relasi walau jarak yang sangat jauh memisahkan tapi dengan teknologi, jarak menjadi faktor yang bisa mulai diabaikan. Nah ini mungkin juga akan menjadi cara untuk mempermudah menutup lubang luka yang ditinggalkan karena keluarga kami menjadi tidak benar-benr utuh lagi dalam pengertian fisik.

Foto credit: alsbom.org

Andy Sutioso
@kak-andy   2 years ago
Inka left for Germany when she was 20, then Rico followed suit 2 years ago. Yes it was really not easy. Children is a big part of your life and when they had to go they left a big void in your life. At the moment Lyn and I have a wonderful opportunity to stay and spend time with them for two months. Times that we really cherish... But it is true that you both will find a new purpose in life. All the best Joe and Nina... 🙏😊🤍
joefelus
@joefelus   2 years ago
Thank you Kak Andy, we are trying to adjust as much as we can but it is not easy. I guess it'll take time.
finsjournal
@finsjournal   2 years ago
Saya melihat lubang itu masih dipenuhi cinta dan kasih, pak Jo... Kalau saya membaca tulisan Pak Jo terutama tentang Kano, lubang yang ditinggalkan tidak menyakitkan. Percaya, dengan cinta dan kasih yang Pak Jo dan Bu Nina berikan untuk Kano, akan penuh mengisi jiwanya... Kano sangat beruntung memiliki orangtua seperti Pak Jo dan Bu Nina...