AES 1155 Panta Rei
joefelus
Wednesday July 24 2024, 12:17 AM
AES 1155 Panta Rei

"I will miss you!" kata saya sambil memeluk Marsha tadi pagi. Mulai besok dia akan pergi untuk liburan dan baru kembali bekerja ketika saya sudah tidak lagi ke kantor.

"Me too, thank you for the opportunity to..." Kata Marsha menyebutkan banyak hal yang di telinga saya hanya samar-samar terdengar karena pada saat itu saya harus menekan emosi saya dalam-dalam agar tidak muncul ke permukaan.

Peristiwa-peristiwa semacam ini akan terus menerus saya hadapi dalam beberapa hari mendatang menjelang kepergian saya. Ini bukan hal yang menyenangkan. Ini adalah hal-hal yang menyedihkan.

Saya orang yang senang "beredar", banyak sekali orang yang saya kenal dan mengenal saya. Seperti Marsha, dia adalah karyawan yang selama bertahun-tahun bekerja sama dengan saya. Dia bertanggung jawab atas cold prep yang mengurusi segala macam bentuk catering, roti-roti lapis, salad dan sebagainya. Seminggu setidak-tidaknya harus berkomunikasi dengan saya minimal 3 kali, ditambah urusan-urusan lainnya. Teman-teman yang seperti Marsha ini banyak sekali karena saya memang bekerja di hampir semua unit.

Beberapa hari yang lalu saya berusaha menyusun sebuah ucapan perpisahan yang mungkin nanti akan saya sampaikan di acara perpisahan minggu depan. Topik yang saya akan sampaikan adalah mengenai perubahan. Seperti yang dikatakan oleh filsuf Yunani Heraclitus, "Panta rei kai ouden menei" yang kalau diartikan secara bebas adalah semua mengalir tidak ada yang diam, begitulah kita semua. Kita berubah setiap saat, mungkin tidak melihatnya dan juga tidak menyadarinya, tapi selalu berubah. Hidup saya sedang menjalani sebuah perubahan yang besar, meninggalkan pekerjaan yang saya cintai, meninggalkan kehidupan yang saya sukai, meningalkan Kano yang merupakan bagian dari hidup saya. Ini bukan hal yang sepele. Pada saat ini saya mulai berpikir bahwa segala sesuatu yang akan saya tinggalkan ini merupakan harta yang tidak ternilai.

"Jo, forecast is done through the 3rd. We will be closed on the 4th and 5th" kata Steve, production chef dari Foundry melalui email.

Saya tersenyum lalu membalas email itu secara singkat:"Thank you, chef! I appreciate it."

Ini adalah salah satu hal rutin yang saya hadapi setiap minggu selama bertahun-tahun. Hal-hal kecil semacam ini, walau sama sekali tidak signifikan dan sangat sepele, yang telah menghiasi hari-hari saya selama sekian tahun ini akan menjadi sebuah kenangan. Semua akan berada di belakang saya, saya tinggalkan karena hidup ini tidak pernah berhenti berubah, terus mengalir dan tidak ada yang tetap diam.

Hal-hal yang kecil-kecil ini jika digabungkan akan menjadi sebuah pengalaman yang besar. Sama seperti sebuah lukisan, dari hal-hal kecil, warna satu diikuti dengan warna-warna lain maka pada akhirnya akan menjadi sbeuah lukisan yang indah penuh warna. Ini yang selalu kita lupakan. Kita selalu memandang hal-hal yang besar dan luar biasa, tapi jika benar-benar kita renungkan, hal-hal besar itu tidak akan pernah terjadi jika tidak ada yang kecil-kecil.

Atau misalnya lagu. Saya punya sederet lagu-lagu yang sudah menemani saya setiap pagi ketika berjalan kaki menuju kantor. Ini akan menjadi sebuah pengingat. Apa sih pentingnya lagu? Tapi bukan itu intinya, lagu-lagu itu menemani saya dalam mengalami sesuatu selama bertahun-tahun. Lihat saja sebuah film, ketika ada suasana syahdu tapi tanpa diiringi lagu, maka nuansanya akan menjadi lain. Mungkin lagu-lagu itu sesuatu yang kecil, tapi sangat berarti karena mengiringi berbagai pengalaman.

Lalu jika ada yang bertanya pada saya, apa harta yang paling luar biasa dalam hidup ini, saya mungkin akan kesulitan menjawab. Saya bisa menjawab hal yang bukan merupakan harta terhebat, uang misalnya! Memang uang penting untuk dapat bertahan hidup, tapi pada akhirnya saya lebih memilih pengalaman daripada uang. Saya bisa buktikan nanti bahwa saya pulang tanpa membawa apa-apa kecuali pengalaman. Saya tidak akan membangun istana ketika tiba di tanah air karena saya tidak akan mampu dan tidak punya uang hahaha.. Saya sudah menghabiskan tabungan bukan untuk dibawa pulang, tapi lebih untuk menciptakan berbagai pengalaman. Saya akan lebih banyak membawa barang-barang sederhana seperti buku yang dijadikan semacam memento dari pengalaman-pengalaman itu.

Lalu harta apalagi yang terbesar? Semua pribadi yang sudah pernah bersentuhan dengan kehidupan saya di sini. Mereka adalah harta yang saya simpan. Tahu kenapa saya banyak pergi ke tempat-tempat yang dulu pernah saya datangi? Agar saya bisa tetap terkoneksi dengan harta-harta yang sudah sekian lama saya kumpulkan. Yaitu pengalaman dan pribadi-pribadi yang pernah bersentuhan dengan hidup saya!

Memang hidup saya terus mengalir, tidak ada yang tetap, tidak ada yang diam. Tapi tidak ada salahnya saya kembali untuk sekedar merangkul kembali kenangan-kenangan yang sudah pernah saya lalui. Memang tidak akan sama, Heraclitus juga berkata bahwa jika kita turun ke sungai, kita tidak akan pernah mengalami hal yang sama dua kali karena sungainya berbeda, juga orangnya tidak lagi sama.  “No man ever steps in the same river twice. For it's not the same river and he's not the same man.” (Heraclitus) Ya, semuanya mengalir, tidak ada yang diam! Panta rei!

Andy Sutioso
@kak-andy   2 years ago
This is one of the stories I love to read. Still hoping that one day more stories like this will come from wonderful people at Semi Palar. 🙏🏼😊
You May Also Like