Tom Bodett, seorang penyiar radio, penulis dan aktor pengisi suara, pernah berkata demikian: “They say a person needs just three things to be truly happy in this world: someone to love, something to do, and something to hope for.” Retret pribadi akhir tahun ini akan saya akhiri dengan merenung tentang ini.
Harapan adalah tentang masa depan. Ada tiga hal penting yang harus kita ingat berkenaan dengan harapan, yang pertama, yang juga merupakan alasan mengapa kita mengharapkan sesuatu karena harapan adalah keingan kita akan sesuatu yang berharga, yang valuable. Yang kedua, kita mencanangkan harapan dengan asumsi bahwa harapan itu akan mampu kita wujudkan. Dan yang terakhir harus menyadari atau meyakini bahwa kita mempunyai resource yang cukup untuk mencapai itu. Pada intinya kita harus realistis.
Ingat film Shawshank redemption yang saya jadikan ilustrasi obrolan di renungan saya yang pertama di malam Natal? Nah hari ini, hari terakhir renungan saya, akan menjumput 1 kalimat yang dikatakan oleh Red:" Hope is a dangerous thing." Ini cocok sekali dengan 3 hal utama soal harapan yang saya katakan di atas. Harapan harus realistis, jika tidak itu hanya mimpi, bahkan mimpi pun masih kadang-kadang merupakan sesuatu yang realistis, mungkin ini lebih ke khayalan. Di Shawshank, harapan adalah hal yang sangat berbahaya karena di sana kebanyakan narapidana yang dihukum sangat lama, Red dihukum seumur hidup dan Andy dihukum 2x seumur hidup karena dituduh membunuh 2 orang, sesuatu yang sebenarnya tidak pernah dia lakukan. Di Film itu, suatu siang, Andy berbicara tentang pantai di Mexico, Zihuantanejo dimana Andy bermimpi akan menghabiskan akhir hidupnya di sana, membeli sebuah perahu tua lalu akan diperbaiki dan membuka usaha sport fishing. Red berkata: Hope is a dangerous thing." Karena Andy dihukum 2x seumur hidup artinya dia tidak akan pernah meninggalkan penjara itu. Menurut Red, harapan Andy itu tidak realistis, jadi memang benar bahwa harapan di dalam penjara itu adalah sesuatu yang berbahaya, karena jauh dari realitas.
3 hal utama tentang harapan itu menurut saya sangat logis dan perlu benar-benar dicerna sebaik-baiknya. Di malam terakhir tahun 2024 ini saya secara sungguh-sungguh ingin memfokuskan diri pada beberapa hal. Seperti kata Tom Bodett di awal obrolan saya, jika kita ingin berbahagia di dunia ini, kita harus memiliki seseorang yang sungguh kita cintai, memiliki sesuatu yang bisa kita lakukan dan terakhir, memiliki harapan akan sesuatu. Nah, itu PR di tahun 2025. Mudah-mudahan tahun depan (nah ini adalah harapan), kita bisa memfokuskan ke orang-orang yang kita cintai, hal-hal yang kita senang dan harus lakukan, dan harapan akan sesuatu yang ingin kita capai. Namaste!!!
foto credit: treatmentmagazine.com