AES 1314 Nothing Lasts
joefelus
Thursday January 30 2025, 5:29 PM
AES 1314 Nothing Lasts

Setiap saat, segala sesuatu berubah, tidak ada yang permanen, tidak ada yang kekal. Bahkan bintang pun ada saatnya akan mati, dan pada saat sebuah bintang masanya berakhir, akan menimbulkan sebuah ledakan hebat yang disebut dengan supernova.

Entah apa yang saya pikirkan atau rasakan hari ini, tiba-tiba 2 kata yang saya jadikan judul obrolan saya hari ini muncul. Nothing last, maksudnya tak ada satupun yang kekal. Jangan cari artinya di google karena ketika saya cari munculnya aneh: Tidak ada yang terakhir! Walau sudah mulai jaman AI, situs pencarian masih banyak kelemahannya. Tapi jangan khawatir, tidak ada yang kekal, bahkan kesalahan pun akan berahir, kekuranganpun akan berakhir, semuanya pada saatnya akan berakhir.

Nah, kalau sudah tahu bahwa segala sesuatu pada saatnya akan berakhir, mengapa kita manusia masih terus menerus keukeuh? Jika kita memiliki sesuatu yang kita sukai, kita menjadi begitu terikat dan keukeuh, apapun yang terjadi kita berusaha mempertahankannya. Betul khan ya? Pasti semua pernah mengalami hal ini. Hp tertinggal saja di suatu tempat kita langsung panik. Itu contoh sederhana.

Saya ingat pernah tertinggal sebuah topi di salah satu restoran di kota San Diego. Topi berwarna hitam, sudah tua dan kucal. Topi itu sudah bersama saya sekian lama, sepertinya sayang sekali berpisah darinya. Padahal topi itu saya tidak pernah beli, nemu di salah satu bangku di taman dan saya menyukainya. Sangat simpel, jenis topi baseball yang bagian daun penutup dahinya agak melengkung dengan logo salah satu produsen alat olah raga. Saya telepon pihak restoran dan bergegas kembali ke Gaslamp Quarter, rela bayar parkir lagi dan menghabiskan bensin demi topi kumal itu. Ketika saya pulang ke Indonesia dan meninggalkan Hawaii, entah topi itu ada di mana, hingga sekarang masih berusaha mencarinya. Mungkin tertinggal atau terselip di salah satu kontainer atau doos yang selama 20 tahun belum sempat saya buka. Lalu buat apa saya susah payah tidak mau kehilangan benda itu kalau pada akhirnya leyap pula entah ada di mana.

Tidak ada yang kekal. Tubuh kita pun makin lama makin menua, dari yang ganteng dan kuat lama-kelamaan akan beruban, keriput dan pergerakan kita juga terbatas. Itu saya rasakan. Walau belum sembuh benar, karena bosan saya mengambil anak tangga yang panjang dan berusaha memindahkan kabel fiber optic internet yang berada di atas kanopi tadi pagi. Nina bilang kabelnya mengganggu pemandangan. Saya sungguh merasakan bahwa tubuh ini mulai sulit melakukan kegiatan semacam itu. Naik turun tangga, manuver posisi tubuh di ruang gerak yang sempit terasa sulit. Tubuh sudah mulai kaku dan kehilangan fleksibilitasnya. Keringat saja yang bercucuran sampai menetes ke tanah, padahal apa sih sulitnya memindahkan kabel?

Ya begitulah. Segala sesuatu berubah, tidak bisa kita hentikan. Seperti air sungai yang tidak bisa kita hentikan. Karena kita cenderung berusaha menghentikan sesuatu, bahkan mungkin banyak hal, maka kita menciptaan banyak keruwetan dalam hidup. Bumi akan terus berputar, siang pasti akan berganti malam. Jika kita terus berusaha mencegah bergulirnya semesta, kita membuat masalah sendiri. Kita ingin sesuatu yang menyenangkan tidak akan pernah berakhir, malah akan menciptakan penderitaan yang luar biasa karena kita tidak akan pernah bisa membendungnya. Lihatlah contohnya orang-orang yang ingin menghentikan pertambahan usia, ingin tetap muda, kita bisa menggeleng-gelengkan kepala. Mereka yang sibuk belanja anti-aging, mereka yang sibuk tambal sulam anggota tubuh dan wajah, jadinya seperti apa?

Pernah lihat produk kosmetik yang menghilangkan kerutan wajah dan kantong di bawah mata? Seperti keajaiban dalam hitungan menit langsung hilang dan menjadi kencang. Tunggu beberapa jam kemudian, wajah itu akan kembali berkerut-kerut penuh keriput dan kantong mata kembali hadir. Siapa yang dapat menentang alam? Segala sesuatu berubah, itu sudah aturan semesta. Kita harus bisa mengikutinya. daripada berenang melawan arus atau menghentikan aliran sungai, mungkin akan lebih nikmat jika kita bersama-sama mengalir dan menikmati pemandangan. Ya tidak?

Foto credit: golfposer.com