Aku terbangun karena air mengenai tanganku. Aku terbangun dengan kaget, ladang tersebut berair dan sepertinya akan naik. Aku dan sang anjing terbangun dan mulai jalan lagi berharap kali ini menemukan kehidupan. Aku berjalan dan berjalan sampai tidak sadar kalau air sudah setinggi mata kaki. Aku bingung, dari mana air itu muncul. Aku terus berjalan sehingga menemukan sebuah lubang yang sangat besar dan tidak terlihat ujung dari lubang itu. Dan aku sadar, air muncul dari lubang ini. Akupun jalan lagi menjauhi lubang tersebut.
Aku berjalan sampai air setinggi lututku. Dari jauh, terlihat seperti ada ombak dan getarannya terasa. Aku melanjutkan berjalan tetapi lama-lama ombak itu terlihat sangat besar. Sang anjing menggonggong dan lari mengarah ke lubang itu lagi. Aku sadar, ombak itu sangat, sangat besar. Aku berlari dengan sang anjing menjauhi ombak tersebut.
Air di kakiku berkurang karena tertarik ombak tersebut. Aku menjadi susah berjalan, sang anjing juga tertarik. Di situ aku merasa hidupku sudah tidak penting lagi, aku memeluk sang anjing dan membiarkan ombak itu menghantamku. Getaran semakin terasa dan rasanya seperti gempa yang sangat besar. Aku menutup mata, suara dari kumpulan air itu terdengar sangat besar dan megah.
Aku takut tetapi dengan ada sang anjing yang bersamaku, aku merasa tidak apa-apa. Ombak menghantam dengan kecepatan yang sangat tinggi, aku merasa terguling-guling tetapi saat aku buka mata ombak itu sudah lewat. Aku tidak apa-apa, tetapi aku sadar kalau aku berada di lubang itu lagi. Tidak tahu harus apa, aku loncat ke lubang tersebut dan mencari tahu ada apa.
Menahan nafas dengan lama, aku tidak tahan lagi. Jika aku berenang ke atas, sudah tidak bisa. Jadi aku berenang lebih bawah lagi. Lubang tersebut gelap sekali.