Ini minggu ke-8 sejak saya bergabung menjadi triple agent di Smipa. Dua minggu lalu saya mengikuti pembekalan Kakak-kakak Smipa. Kisi-kisi yang saya dapatkan hanya "pemantapan untuk TP ini, supaya Kakak bisa lebih ngebadanin pembelajarannya." Kemudian berangkatlah saya bersama Kakak-kakak lain menuju Sukaampat untuk mengikuti pembekalan ini. Selama sebelas tahun berproses sebagai keluarga Smipa, sepertinya saya cukup memahami proses alur dan pondasi di setiap TPnya. Namun, saya datang ke Sukaampat sebagai sosok baru, bukan lagi sebagai orang tua, tapi sebagai Kakak yang akan membersamai setiap anak didik di bidang studi yang saya ampu.
Adakah yang pernah menikmati lagu Joni Mitchell yang berjudul Both Sides Now? Lagu lawas (sekali) yang tetiba terngiang begitu saja ketika saya mengikuti pembekalan ini.
I've looked at life from both sides nowFrom win and lose and still somehowIt's life's illusions I recallI really don't know life at all
Inti dari pembekalan ini bukan hanya tentang bagaimana menggenapi tahapan-tahapan membersamai teman-teman di kelas, tapi lebih menyasar ke penggenapan kesadaran diri agar sebagai Kakak pun bisa hadir utuh-penuh di dalam ataupun luar kelas. Akhir-akhir ini sedang santer-santernya beredar di intagram saya tentang kesadaran multi dimensi menuju dunia 5D. Secara algoritma ini dimungkinkan karena saya mencermati konten-konten senada, tapi secara kesemestaan saya memandangnya sebagai panggilan untuk kembali ke diri dan menggaungkan kebaikan ke sekitar. Jika mengambil peran sebagai orang tua, maka ini akan terpantul ke keluarga saya sendiri. Namun di sini saya berperan juga sebagai Kakak pengajar, maka pantulannya juga akan menyentuh teman-teman di kelas. Apakah terasa ambigu atau berlebihan? Hhhmmmm ternyata tidak juga. Sejak awal ketika sepakat dengan sistem pendidikan di Smipa saya menganggap anak-anak yang bertumbuh bersama anak-anak saya adalah bagian dari keluarga saya juga, tapi ini murni sudut pandang pribadi ya. Saya tidak berharap apalagi meminta orang tua lain mengambil sudut pandang yang sama. Mungkin karena itu juga, ketika pembekalan sebagai Kakak yang terbayang tidak hanya wajah anak-anak saya, tapi wajah semua anak yang berinteraksi dengan anak-anak saya. Salah satu hukum semesta yang saya yakini adalah hukum frekuensi dan vibrasi. Maka dari itu saya percaya, jika saya menjaga frekuensi diri di tingkatan yang baik, maka getaran ini pun akan tervibrasi ke siapapun yang berinteraksi dengan saya.
Dua sisi....multi dimensi....demikian posisi saya sekarang ini. Beragam peran, berbagai aksi, tapi aliran koneksi yang tetap sama. Melalui pembekalan sebagai Kakak, entah mengapa rasanya seperti tergenapi. Setiap materi menggali banyak hal dari diri saya melalui guliran yang dibagikan oleh Kakak-kakak Lingkung. Tidak terasa padat, tapi tetap terasa penuh. Alirannya sendu, tapi mengisi hampir tiap ruang di diri. Ini membuat saya menjadi lebih mudah untuk memahami setiap peran yang saya jalani sekarang. Tentu saja bukan hal mudah untuk membagi hati-tubuh-pikiran-fokus ke berbagai bentuk itu, tapi kehangatan Kakak-kakak lain beserta uluran bantuan dalam berbagai bentuk terasa menenangkan dan menguatkan saya. Semoga apa yang kami (Kakak-kakak) coba genapi setiap waktunya terasa vibrasi baiknya ke setiap teman dan setiap keluarga yang kami sentuh lewat apa yang kami ajarkan. Tidak sempurna pasti, tapi percayalah bahwa kami terus berupaya untuk menjadi diri kami yang utuh-penuh selama membersamai. Inilah proses panjang yang dilalui setiap Kakak di Smipa setiap awal TP. Jangkar disauh bukan untuk memberhentikan kayuhan, tapi untuk menjaga agar tetap selaras sampai akhir. Sekarang saya melihat pendidikan di Smipa dari berbagai sisi, semoga sisi-sisi ini turut menggenapi diri saya di perjumpaan kehidupan kali ini.
Terima kasih banyak catatannya Rani. Perspektif ini juga jadi sebentuk konfirmasi bagi perjalanan Rumah Belajar Semi Palar - perjalanan yang menyesat... Menyesat ke jalan yang benar, mudah-mudahan. 🙏🏼😇