Siang ini saya kehadiran 3 orang teman dari SD-6 yang mengajak saya bicara terkait rusaknya salah satu meja belajar di kelasnya. Kejadiannya hari Jum'at lalu. Singkat cerita meja belajar itu rusak karena teman-teman ini (3 orang) karena keasikan ngobrol kemudian duduk di atas meja tersebut. Dalam obrolan sempat terungkap satu frasa : 'Tidak menyadari' dari salah satu teman-teman ini.
Saya mendengarkan penjelasan mereka, lalu kemudian menanyakan apa yang akan mereka lakukan. Mereka bilang, mereka akan mencoba memperbaiki, karena sebelumnya mereka sudah belajar dan mencoba beberapa teknik sederhana tentang pertukangan. Saya mengapresiasi kejujuran mereka, keberanian mereka untuk menceritakan langsung kepada saya apa yang terjadi dan menempatkan diri bertanggung jawab untuk memperbaiki. Lebih penting dari rusaknya meja tadi, ada pembelajaran yang mereka bisa dapatkan dari proses ini.
Dalam kesempatan ini saya juga bercerita tentang salah satu nilai yang kami coba jaga di Semi Palar untuk sedapat mungkin memperpanjang usia kebermanfaatan barang-barang yang kita gunakan. Sebagai contoh, salah satu layar proyektor yang kita gunakan - sudah ada sejak tahun 2004 - sebelum Semi Palar bahkan berdiri. Sejauh kita jaga dengan baik, masih bisa digunakan dengan baik, itu tandanya kita bisa menjaga barang itu dengan baik. Masa kebermanfaatannya panjang dan kita juga mengurangi membuang limbah karena barang-barang yang rusak. Ini baik untuk lingkungan. Tampaknya mereka juga bersepakat dengan itu. Sebetulnya nilai ini juga yang melandasi hal-hal lainnya di Semi Palar - seperti Situbucang maupun Pasar Seken. Pemikiran mendasarnya sama. Sepertinya baik jadi catatan di sini bahwa barang-barang yang sudah rusak kami perbaiki sedapat mungkin, dan kami ganti saat sudah tidak bisa diperbaiki.
Yang saya sangat apresiasi juga responsibility. Ini penting. Dari Sadhguru saya memahami bahwa responsibility - tanggung jawab, asal katanya adalah response ability - yang artinya kemampuan memberikan respons. Bahwa ada yang perlu dilakukan lebih lanjut setelah sebuah situasi yang terjadi, apapun itu.
Dari peristiwa ini, kita melihat bahwa rusaknya meja di SD-6 jadi pembelajaran tak terduga buat ke tiga teman tadi, mudah-mudahan juga buat kita semua yang sempat membaca tulisan ini. Kisah ini mirip dengan postingan saya di tahun 2022, tentang Keran Ajaib. Di pembelajaran holistik, penting bagi kita untuk bisa melihat segala situasi sebagai sebuah pembelajaran. Salam.
blog image dari Meta AI