Jadi ini adalah resensi buku yang beberapa lama lalu aku baca.
Judul: Beyonders, A World Without Heroes
Pengarang: Brandon Mull
Penerbit: Aladdin
Tahun terbit: 15 Maret 2011
Dimensi: 13,97 x 2,974 x 20.828 cm, 464 halaman, hard cover
Harga: $13.99
ISBN-10: 141699792X
ISBN-13: 978-1416997924
Buku yang ditulis oleh Brandon Mull yang menjadi seri awal terlaris #1 New York Times.
Brandon Mull, lewat Beyonders semakin membuktikan dirinya sebagai pengarang kisah fantasi yang membius pembaca. Setiap cerita yang ia kisahkan selalu mampu membawa pembaca ke alam petualangan yang tidak pernah membosankan. Dari sisi cerita memang tidak (atau belum) seseru seri Fablehaven kata Brandon Mull. Ia memiliki kebiasaan menulis cerita yang agak datar di awal tetapi semakin seru ke seri-seri berikutnya.
Beyonders yang kubaca dengan bahasa inggris bercerita tentang kisah seorang remaja laki-laki yang berumur 13 tahun yang tersesat masuk ke sebuah dunia lain bernama Lyrian. Selama berabad-abad, manusia diketahui sudah menyeberang ke dunia Lyrian lewat berbagai cara, tetapi sebagian besar secara tidak sengaja. Menariknya, Jason masuk ke Lyrian lewat mulut kuda nil, salah satu sisa-sisa gerbang sihir Lyrian yang jarang digunakan. Sendirian di Lyrian, ia mengetahui bahwa dunia itu dikuasai oleh seorang penyihir kejam bernama Maldor. Maldor menindas Lyrian, mengisolasi antar provinsi, dan melakukan teknik-teknik sedemikian rupa agar tidak terjadi pemberontakan dan kekuasaannya bertahan lama.
Jason mengetahui, melalui kunjungannya ke Rumah Pengetahuan, bahwa ada sebuah kata sihir yang bila diucapkan tepat di depan Maldor akan membuat penyihir kejam itu langsung hancur. Kata sihir itu tersusun atas 6 silabel, yang masing-masing harus dikumpulkan untuk kemudian disatukan dan diucapkan langsung di depan Maldor sendiri agar dapat bekerja.
Oleh sebab itu, dimulailah petualangan Jason untuk menemukan keenam silabel yang akan membentuk Kata. Awalnya, ia mencari kata untuk mengetahui jalan pulang kembali ke dunianya. Tapi, seiring dengan perjalanannya ke dunia Lyrian, Jason perlahan mulai merasa bahwa ada sesuatu yang salah dengan negeri itu: sama sekali tidak ada orang yang mau mencoba melawan Maldor, sama sekali tidak ada pahlawan di dunia yang mengesankan itu. Dan, kini, dengan dipandu oleh pengetahuan dari seorang pahlawan tua yang telah dikalahkan Maldor serta seorang gadis dari Dunia Luar yang juga sama-sama tersesat di Lyrian seperti dirinya.
Kalau saja ada peta di dalam buku ini, pembaca pasti lebih mudah dan tidak bingung saat membaca semua tempat yang dilewati dan disebut didalam buku ini. Tapi, menurut Galloran, sang Raja Buta, bahwa tidak ada peta di Lyrian. Kata-kata bahasa Inggris yang dipakai berat, walaupun buku ini untuk seseorang yang berumur 8 - 12 tahun, aku sendiri masih terkadang tidak tahu apa arti kata tersebut. Jadi kalau ingin beli buku Beyonders dan bahasa Inggrisnya kurang lancar, belilah yang sudah diterjemahkan.