AES #57 Toko Tenun Ridaka Pekalongan 2
Jose
Thursday October 14 2021, 5:41 PM
AES #57 Toko Tenun Ridaka Pekalongan 2

Alat yang dipakai oleh tempat ini sama sejak tahun 1940, belum diganti. Alatnya bernama ATBM, Alat Tenun Bukan Mesin. Dan biasanya di pabrik itu alatnya bernama ATM Alat Tenun Mesin, jadi pakai listrik dan bermesin. ATBM ini alat umum di seluruh dunia, tetapi setiap negara memiliki ciri khas sendiri. Sayangnya di Indonesia biasa-biasa saja, seperti ATBM lainnya. Di tempat ada 50 unit ATM, dan kalau disadari ATBM ini jauh lebih murah dibandingkan ATM, “...Bagaikan harga ATM 100 juta sedangkan ATBM hanya 1 juta saja…” kata pak Nazie.

Ekonomi sejak awal terus saja meningkat, banyak pembeli dan semakin besar saja. Di toko, kerajinan yang paling murah adalah 10 rupiah, seperti kain dari eceng gondok dibuat alas untuk minum. Dan untuk kain-kain yang besar dijualnya per meter.

Di toko ada total 30 karyawan, setiap hari kerja kecuali hari Jumat, libur. Jam kerja seperti tempat lain, mulai jam 8 pagi dan pulang jam 4 sore. Selain karyawan ada yang namanya mitra binaan, pekerja yang mengambil bahan lalu dibawa pulang dan dibawa lagi ke toko ini. Biasanya ada 300 orang yang kerja mitra binaan ini tetapi jika ada pelanggan toko yang memesan tekstil dan jumlahnya besar, terkadang bisa sampai 1.000 orang yang kerja.  Dan juga biasanya 1 minggu bisa selesai. 

Dan kalau ingin jadi karyawan harus punya satu kemampuan khusus, yaitu harus punya background menenun. 

Yang menjadi masalah bagi Pak Nazie adalah ia sampai sekarang belum tahu siapa yang akan jadi penerus tempat ini. Dan ia tidak peduli dengan siapa, maupun bukan keluarganya ia menerima. Asal diteruskan tempatnya dan terus berkembang. Karena, keempat anaknya tidak ada yang minat, tinggal melihat cucu-cucunya saja mau atau tidak. Jadi Pak Nazie berharap saja cucunya ingin meneruskan atau sahutnya “...anak-anak seperti kalian(Teman-teman dan aku), Bapak ingin ada yang seperti kalian meneruskan, anak-anak penerus bangsa…”

You May Also Like