AES #84 Logical Fallacy
Jose
Tuesday September 13 2022, 8:13 PM
AES #84 Logical Fallacy

Tadi siang KPB kedatangan tamu mengadakan Bale Ajar (kelas semesta). Bersama Kak Adel kita belajar mengenai dasar-dasar logika. Dan salah satu topik yang dibahas adalah kesesatan berpikir atau Logical Fallacy (Sesat Pikir). Jadi, Logical Fallacy biasanya “menipu” dan “meracuni” orang yang mendengar argumen tersebut. 

Logical Fallacy memiliki beberapa karakteristik seperti, harus terdapat kesalahan dalam logika berpikir, harus bisa diterapkan terhadap argumen dan harus memiliki kesan “menipu”. Jadi bisa disimpulkan bahwa logical fallacy adalah argumen yang salah dalam logika berpikir yang mampu “menipu” orang yang mendengar argumen tersebut.

Nah, argumen kesesatan berpikir ini memiliki banyak sekali jenisnya. Salah satu contohnya adalah argumen yang menyerang ciri fisik seseorang. Jadi hal ini terjadi pada diriku sehari-hari tetapi umumnya tidak menjadi masalah bagiku. 

Sebagai manusia yang memiliki rambut panjang dan berbadan lebih besar dibandingkan mayoritas masyarakat Indonesia, sering terjadi kesalahpahaman seperti mengira aku sudah kuliah atau kerja yang sebenarnya masih menduduki jenjang SMA. Hal yang lebih parah lagi, aku beberapa kali pernah dikira seorang perempuan karena rambut panjangku. Dan selain itu terkadang juga orang menyuruhku untuk potong rambut dikarenakan stigma “orang berambut panjang bukan orang sukses, nakal, dan lain-lain” tetapi tidak tidak begitu caranya.

Untuk masalah berambut panjang ini tidak hanya dialami olehku saja. Stigma keburukan laki-laki berambut panjang masih menempel pada institusi pendidikan Indonesia. Namun hal ini memang sudah menjadi budaya di Indonesia dan pihak pendidikan memiliki alasan tertentu seperti, berambut pendek agar tidak mengganggu belajar atau menandakan kedisiplinan hanya saja stigmanya yang saat ini perlu diperbaiki.

Mungkin untuk sekarang dariku hanya sebatas ini, masih banyak hal ini di kehidupan ini terutama di periklanan, di berita, dan di bidang politik, maka untuk menghindari berita-berita palsu, riset dari berbagai sumber itu penting.  Dan oleh sebab itu kita harus memakai logika kita dengan baik dan benar agar tidak tertipu dan terbutakan.

You May Also Like