AES 1498 Terakhir, Deh!
joefelus
Saturday October 25 2025, 12:50 PM
AES 1498 Terakhir, Deh!

Berbincang soal yang satu ini memang tidak pernah ada habisnya. Sayangnya peristiwa yang berhubungan dengan ini juga tidak pernah berhenti sebab menyangkut salah satu (atau banyak) kelemahan manusia. Perundungan adalah salah satu hasil dari kelemahan.

Saya pernah katakan bahwa perundungan dilakukan sebenarnya oleh orang-orang yang bermasalah. Kalau kita perhatikan dengan sungguh-sungguh, mereka yang melakukan perundungan adalah orang-orang yang memiliki low self esteem, orang yang mungkin juga perah mengalami trauma bahkan yang dulunya pernah menjadi korban perundungan. Pada intinya, mereka memiliki issue-issue pribadi, memiliki masalah dan karena itu mereka butuh controlling power. Usaha yang mereka lakukan adalah yang paling primitif, seperti di hutan rimba dengan cara menekan kaum yang lemah. Nah, tapi lucunya, perundungan dilakukan dengan cara pengecut. Sangat jelas terlihat ketika dilakukan oleh mereka-mereka yang melakukan perundungan secara daring! Jadi sebenarnya hukum rimba lebih punya dignity sebab yang kuat secara face to face menghadapi yang lain tidak seperti perundung yang sembunyi-sembunyi atau dilakukan secara bergerombol.

Kenapa perundungan di dunia cyber itu menjamur dimana-mana? Karena daring dapat menutupi banyak hal. Anonimitas, misalnya. Orang-orang dapat melakukan perundungan sambil sembunyi. Identitas perundung dapat disembunyikan, walau pada akhirnya jika benar-benar ditelusuri oleh mereka yang ahli, toh akan ketahuan juga. Melakukan perundungan secara daring tidak perlu melaksanakannya dengan tatap muka, sehingga lebih mudah dilakukan. Itu yang membuat hal ini menjamur dimana-mana. Mereka dapat melakukannya tanpa harus merasa takut menghadapi konsekuensi terhadap tindak-tanduknya. Cocok sekali untuk para pengecut!

Kemudian yang mengakibatkan hal ini menjamur dimana-mana adalah faktor kemudahan. Orang-orang dapat melakukannya dimana saja tanpa perlu adanya konfrontasi dan sangat leluasa karena bisa dilakukan bahkan ketika sambil tiduran atau melakukan hal-hal lain. Mereka juga tidak perlu merasa takut ketahuan, tidak perlu takut berhadapan langsung apalagi jika dilakukan beramai-ramai yang merupakan ciri khas perundung.

Terlepas dari mengapa dan bagaimana mereka melakukan perundungan, pada intinya pelaku adalah mereka-mereka yang seperti saya katakan diatas, adalah orang-orang yang memiliki masalah dan issue pribadi. Mereka adalah orang yang ingin memiliki power tapi tidak memiliki kemampuan, mereka adalah kelompok penakut yang melakukan perundungan secara sembunyi dan anonim, mereka adalah kelompok orang-orang yang iri hati! Mereka adalah orang-orang pengecut yang melakukan tindakan tidak terpuji sambil bersembunyi dibalik teknologi.

Sekarang saya merasa seperti sedang mengata-ngatai mereka, tapi tidak apa, mereka bukan manusia-manusia yang menurut saya terpuji. Mereka bukan orang yang memiliki empati yang tidak peduli dengan akibat dari perundungan yang mereka lakukan. Saya tahu pasti bagaimana rasanya menjadi korban, dan jaman sekarang perundungan daring lebih sulit lagi dibendung. Kita sulit stand up dan melawan mereka, sebab semakin kita lawan, biasanya semakin menjadi-jadi mereka. Yang mudah sebetulnya tindakan pencegahan seperti misalnya meminimalkan kehadiran kita di dunia daring, melakukan proteksi terhadap informasi-informasi pribadi, membatasi keberadaan kita dalam komunitas yang toxic, atau kalau bisa menghindari sama sekali. Toh hal-hal negatif seperti ini menyebar seperti kuman tanpa ada vaksin yang ampuh. Pemerintah atau pihak berwenang menggulirkan banyak upaya untuk mengendalikan hal-hal semacam ini, tapi kecepatan penularan meningkat lebih cepat daripada usaha pemberantasan. Sejauh ini menurut saya belum ada cara yang paling jitu karena sekali lagi perundungan dan kebebasan berpendapat batasnya sangat bias dan samar.

Foto credit: pinterest.com