Sore tadi saya, Ahkam dan kak Leo berbincang lagi tentang Koperasi Smipa. Ada beberapa gagasan baru juga apa yang bisa dilakukan untuk lebih menggulirkan lebih jauh gagasan Koperasi Smipa. Sempat terbahas tadi - bahwa kalaupun gagasan ini ideal sebagai langkah maju dari Pendidikan Holistik ke Kehidupan Holistik - seperti yang sempat saya tuliskan di esai saya yang ke sepuluh, gagasan ini masih asing di sebagian besar Warga Smipa. Jadi di tulisan ini saya ingin mencoba bercerita sedikit - siapa tahu ada yang menyempatkan baca tulisan pendek ini.
Koperasi di Indonesia diusung oleh Bung Hatta sebagai sistem perekonomian yang paling sesuai dengan jati diri Bangsa Indonesia. Dalam perjalanannya sampai hari ini, sayangnya ini tidak pernah terwujud. Saya kira ini karena belum ada yang betul-betul memahami apa yang dimaksudkan oleh bung Hatta. Bahkan pemerintah sendiri saya kira masih jauh dari berhasil mengedukasi masyarakat dan mencoba penerapan koperasi secara serius. Dalam perjalanannya, koperasi memang banyak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang memanfaatkan koperasi untuk kepentingan individu - padahal koperasi ada dasarnya berdiri di atas prinsip kepemilikan bersama untuk tujuan keuntungan bersama.
Semi Palar punya modal besar untuk mewujudkan sebuah koperasi - dengan menghayati spiritnya yang sejati. Ada rasa kebersamaan dan kekeluargaan yang cukup kuat di Semi Palar. Sebelum pandemi kita bersama-sama menginisiasi insiatif lewat gerakan Mulai Dari Yang Kecil. Gerakan bersama ini saja adalah sebuah insiatif koperasi. Sayangnya apa yang sudah diupayakan juga terputus karena situasi pandemi.
Untuk pelaksanaannya, kita bisa memulai dari hal-hal sederhana, kebutuhan bersama. Sembako misalnya. Kalau kita semua bisa mendapatkan beras - misalnya - dengan kualitas bagus dan harga yang lebih murah - dibeli dari koperasi kita - yang kemudian hasil usahanya dibagikan kembali kepada para anggotanya, ini adalah langkah yang luar biasa. Walaupun tidak terlalu besar, komunitas Semi Palar cukup besar.
Sebagai hasil belajar dari berbagai kelas semesta - maupun obrolan dengan para aktivis koperasi, salah satu asas terpenting dalam koperasi - transparansi - bisa diwujudkan lewat Ririungan. Setiap hasil transaksi yang terjadi bisa dimunculkan dan bisa diakses langsung di Ririungan kapanpun juga oleh warga Smipa.
Platformnya sendiri sudah ada di warungsmipa.id yang sudah diujicoba dan siap dimanfaatkan. Selain itu, warga smipa sebagai pemasok sebaliknya sebagai konsumen juga sudah ada. Ke depan sudah terbayangkan beberapa gagasan bersama - seperti misalnya mengelola lahan kebun, dengan kepemilikan bersama. Hasilnya tentu dibagi sesuai porsi kepemilikan terhadap kebun tersebut. Kalau hal-hal semacam ini dikelola dengan mengedepankan prinsip2 kebersamaan, kekeluargaan dan lain sebagainya tentu akan banyak manfaat yang bisa didapatkan, bersama-sama juga. Jauh lebih penting, koperasi adalah sistem ekonomi yang holistik, sebagai alternatif dari sistem ekonomi yang selama ini kita kenal di masyarakat.
Sepertinya kita perlu semacam ujicoba - sebuah pilot project yang bisa melibatkan cukup banyak warga smipa supaya konsep ini dikenal dan jadi pengalaman bersama. Semoga kita bisa segera menggulirkannya.
Mari kita mulai.