Malam ini saya ingin mencatatkan beberapa hal terkait persiapan PTMT. Setelah reda kesibukan akreditasi, kami kembali dikejar tengat waktu untuk menyiapkan berbagai hal untuk kedatangan tim monitoring Satgas COVID... Sudah dua hari terakhir ini, kami di sekolah disibukkan dengan persiapan PTMT (Pembelajaran Tatap Muka Terbatas). Kemarin hadir di Smipa, sudah Tim Satgas COVID (dari kecamatan, puskesmas, dari DInas Pendidikan didampingi Pengawas Bina - baik jenjang SD maupun SMP. Mereka hadir untuk melihat situasi sekolah dan segala kelengkapan dan persiapan menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka - walaupun terbatas.
Yang agak mengherankan, ada kesan terburu-buru bahwa sebanyak mungkin sekolah sesegera mungkin menjalankan PTMT. Kami sendiri berusaha menegaskan kepada tim Satgas bahwa Semi Palar baru akan mulai menyelenggarakan PTMT kalau semua hal sudah diyakini siap dan segala sesuatu sudah dipersiapkan dengan baik.
Satu setengah tahun kita semua berkegiatan di rumah. Untuk kembali berkegiatan di sekolah, tentunya juga perlu adaptasi. Bertahap - rasanya adalah cara yang paling baik.
Siang tadi sewaktu saya mampir ke sekolah, ada beberapa kakak dari jenjang TK dan KPB yang hari ini berkegiatan di sekolah. Ada juga beberapa murid yang sedang trial. Menyenangkan sekali melihat di smipa ada kehidupan. Saya sendiri berkesempatan ngobrol dengan beberapa orangtua yang hadir mengantarkan trial. Intinya secara umum, Semi Palar siap menyelenggarakan PTMT.
Di sisi lain, berhadapan dengan petugas monitoring bukan hal yang sederhana juga. Cukup menyedihkan mereka hanya sibuk dengan ceklis administrasi ketimbang melihat langsung kesiapan sekolah di lapangan. Lalu apa perlunya mereka hadir di sekolah. Saya kira, inilah yang jadi kendala kemajuan di Indonesia. Masih terlalu banyak petugas yang sibuk dengan administrasi bukan dengan esensi - melihat dan memahami apa yang ada di lapangan. Sejak berdiri, Semi Palar selalu berhadapan dengan kendala ini - karena kami yakin bahwa administrasi hanya alat, hanya perangkat. Dia membantu dengan demikian dia bukan tujuan.
Walaupun demikian ada satu catatan menarik dari Bapak Kabid sewaktu menyampaikan sosialisasi persiapan PTMT. Bahwa kesempatan temu muka di sekolah jangan dijadikan ajang untuk mengejar target kurikulum. PTMT perlu dimanfaatkan untuk bersosialisasi, menghapuskan rasa kangen antara murid juga dengan para guru. Keren ya... Tapi ternyata para petugas Satgas masih menanyakan jadwal pelajaran saat PTMT nanti diselenggarakan... Wah kok Jaka Sembung... Gak nyambung...
Gak nyambung, ...... 😂😂😂 wahh geuning segini riweuhnya persiapan PTMT. Semangat kakak-kakak.. Pihak sekolah, ortu, dan anak semua uda melakukan persiapannya masing-masing.. semoga lancar dihari pelaksanaannya semua... Seeeuangaaaadhh 😎😎😎