Nyambung lagi dari bahasan tentang lima elemen kehidupan. Ruang, kekosongan, emptiness ternyata merupakan sesuatu yang sangat penting. Beberapa teman - seingat saya kak Leo dan Yuli pernah menuliskan esay tentang ini juga.
Saya bersama kakak-kakak Semi Palar beberapa waktu lalu menonton satu filem yang mencoba menggambarkan tentang asal mula segala sesuatu, the beginning of everything, tentang asal mula - eksistensi segala sesuatu. Sains bilang, dulu alam semesta dimulai dari sebuah kekosongan - tapi ada hal lain yang hadir, enerji besar yang melahirkan letusan besar, The Big Bang - yang akhirnya mewujud jadi miliaran galaksi, bintang dan segala sesuatu di alam semesta ini. Kita, manusia, planet bumi hanyalah serpihan debu sebagai akibat dari peristiwa itu - yang terjadi miliaran tahun yang lalu. Buat yang berminat, filem ini bisa diliat di tautan ini : Inner Worlds Outer Worlds : Akasha
Dalam banyak kebudayaan, kekosongan jadi hal yang penting juga. Contohnya, di kebudayaan Jawa, dikenal 'suwung'. Taoisme mengenal 'Dao' yang merujuk pada kekosongan - sebagai awal mula segala sesuatu yang ada di alam ciptaan ini. Karenanya upaya manusia untuk kembali kekosongan menjadi semacam tujuan akhir karena dipandang sebagai kembali ke awal, ke esensi segala ciptaan. Semacam coming full circle. Lime elemen kehidupan - salah satunya yang jadi rujukan di kebudayaan Hindu, ruang kosong yang disebut Akash atau Akasha adalah sesuatu yang sangat esensial. Karena tanpa ruang atau kekosongan itu, di manakah eksistensi hal-hal lainnya akan mendapatkan tempat. Tapi sebaliknya kekosongan akan tidak bermakna tanpa ada sesuatu yang kita tempatkan di dalamnya. Menarik ya. Salah satu ilustrasi yang menurut saya paling kuat menggambarkan soal ini adalah simbol yin-yang.
Saya dulu belajar tentang arsitektur, walaupun yang dirancang bangunannya, yang sebetulnya dimanfaatkan adalah ruang kosong di dalamnya. Kenapa bangunan, rancangan arsitektur dirasakan nyaman karena ruang-ruang yang hadir karena dinding, lantai dan atap yang dibangun di sekelilingnya. Kenapa kita nyaman di suatu tempat adalah karena ruangnya, suasananya. Ya... kekosongan itu penting.
Beberapa waktu lalu saya sempat sharing juga kepada teman-teman di kelompok Kumis Kucing tentang perancangan grafis, sewaktu mereka sedang menyusun buku mereka - kebetulan photo-book yang diberi judul Di Bawah Lautan Awan. Saya bilang, dalam merancang sesuatu, yang paling penting adalah white-space. Ruang kosong di mana objek-objek (teks atau gambar) kita tempatkan. Menurut saya ini adalah salah satu hal terpenting dalam mendesain sesuatu. Sama halnya dengan merancang bangunan atau interior, kalau kita menempatkan meja kursi dalam ruangan dengan pas, ruangan itu akan nyaman buat kita. Kalau kita perancangnya peka terhadap hal ini, desain kita akan bagus. Buku Di Bawah Lautan Awan ini, desainnya bagus... buat yang ingin membuktikannya, silakan pesan bukunya di Warung Smipa. 😊
Menutup tulisan ini, kesadaran kita terhadap kekosongan - yang bisa kita terjemahkan ke dalam emptiness atau silence - saya kira sangat penting. Untuk kita, waktu hening adalah upaya sadar untuk menghadirkan kekosongan itu ke dalam hidup kita - yang saat ini semakin lama semakin sibuk, penuh sesak, semakin gaduh... Kalau ruang hening itu bisa kita hadirkan dalam hidup kita, hidup kita akan lebih bermakna. 🙏🏼
Photo by Wladislaw Peljuchno on Unsplash
Hening sebagai penyeimbang dari hidup nan gaduh. Oleh karena health or wellness is a state of balance, maka hening adalah bagian dari cara menuju hidup yang sehat jiwa raga yang mutlak ada