Pagi menuju siang tadi saya berbincang santai dengan teman-teman K-10 (Sorodot Gaplok) : Saskia, Xylon, Jose dan Kiran. Topiknya asik, tentang etika. Mantap ya. Saya ingat dulu waktu kuliah, ada mata kuliah Etika. Saya ga ingat dulu belajar apa tentang Etika di kuliah itu. Jangan-jangan saya malah ngobrol waktu kuliah itu, notabene nilai Etika saya jelek (waktu itu ya) - maklum masih muda 😁.
Sehari sebelumnya, saya melihat teman-teman ini juga berbincang dengan kak Leo di Longpus - saya mendekat - dan menangkap ternyata obrolan itu juga tentang Etika. Hmm OK, sangat menarik buat saya kenapa teman-teman ini kok minat-minat amat sama soal Etika.
Hal ini segera jadi pertanyaan pertanyaan saya dalam obrolan tadi, saya tanya kenapa teman-teman ini kok tertarik membahas soal Etika, sementara dulu saya sewaktu mahasiswa tidak tertarik mengikuti mata kuliah itu. Kebetulan Jose pake kaos oblong yang ada tulisan WHYnya... Ternyata jawabnya adalah karena pengalaman dan amatan mereka - terutama saat berinteraksi di berbagai ruang di berbagai komunitas, online maupun offline. Tapi yang lebih penting saya menangkap bahwa perihal Etika ini penting di dalam pandangan teman-teman KPB ini. Untuk ini saya salut banget.
Saya tidak akan membahas apa yang kami perbincangkan siang tadi, mudah2an salah satu teman ada yang berkenan menuliskan tentang ini di Ririungan, atau... mari kita tunggu apa yang akan hasilkan setelah prosesnya selesai nanti. Mudah2an para pembaca tidak kecewa membaca esai ini terkait judul di atas. Anggap saja ini sebagai teaser.
Satu hal penting lagi dari perbincangan siang tadi. Undangan perbincangan tadi juga membuktikan bahwa teman-teman KPB memang belajar di luar kotak, belajar dari rasa ingin tahu, dari hal-hal yang mereka temukan dalam kehidupan nyata dan mereka anggap penting. Saya pikir itu hal esensial dari proses belajar... Semangat teman-teman...
image : business-ethics.com