Besok hari terakhir di tahun 2021. Kemudian hitungan waktu akan bergulir ke tahun 2022. Ya, karena manusia bisa berhitung dan mengenal angka, waktu jadi ikut dihitung. Semestinya dulu, sebelum manusia menyadari angka dan guliran waktu, waktu bergulir begitu saja. Dalam beberapa novel dan juga filem, waktu memang semacam kutukan buat kita manusia. Kisah Momo, karya Michael Ende juga buku The Time Keeper karya Mitch Albom banyak bercerita tentang itu. Ada juga filem In Time, yang diperankan Amanda Seyfried dan Justin Timberlake. Konsep filemnya keren banget, bisa membuat kita berpikir kembali tentang bagaimana memaknai waktu.
Banyak orang bijak bilang juga bahwa sebetulnya tidak ada masa depan dan masa lalu. Yang ada hanya saat ini, saat ini dan saat ini yang terus berbeda. Master Oogway (Kungfu Panda) bilang begitu juga ya, karenanya saat ini disebut the present, karena saat sekarang adalah sebuah hadiah, sesuatu yang tidak bisa diulang lagi.
Manusia merasakan masa lalu dan masa depan karena punya memori (ingatan) dan imajinasi. Lucunya karena manusia mengenal hitungan waktu, banyak individu terjebak di masa depan atau masa lalu. Banyak orang yang terjebak di masa lalu dan khawatir akan apa yang akan terjadi masa depan. Bahkan banyak manusia yang perlu terus diingatkan untuk living in the moment, being in the present. Kalau memori dan imajinasi manusia tidak sebagus ini, sepertinya manusia akan jauh lebih berbahagia.
Akhirnya jadi menarik untuk merefleksikan bahwa banyak ciptaan / kreasi manusia yang sepertinya jadi kutukan. Menjebak manusia dalam berbagai bentuk keburukan. Oh iya, saya sempat menulis juga tentang berhitung (matematika), apakah pengetahuan itu berkah atau kutukan. Tulisannya ada di tautan ini. Saya pikir, hal ini bagus buat jadi bahan refleksi. Hal-hal yang banyak kita refleksikan akan jadi pemaknaan baru buat kita.
Besok kita masuk tahun baru, padahal setiap hari adalah hari baru, setiap detik adalah detik yang baru, setiap momen adalah momen yang baru. Kita selalu sibuk merayakan tahun baru, membuat resolusi tahun baru, sementara begitu banyak ketukan detik yang hilang tanpa banyak kita beri perhatian.
Oh iya, bicara tentang waktu, topik ini juga cukup banyak menarik perhatian para esais di Ririungan ini. Silakan klik tautan ini untuk mencermatinya. Selamat menikmati guliran waktu, setiap saat, bukan saja saat Tahun Baru. Salam.
Photo by Andrey Grushnikov from Pexels