Hari ini saya dan kakak-kakak Smipa berkumpul bersama di pendopo Smipa untuk belajar dan berbincang tentang Literasi Diri. Hari Belajar ini adalah rangkaian kegiatan dari POT Literasi Diri beberapa waktu lalu bersama mbak Fitri.
Kita tahu bahwa sudah cukup lama Semi Palar mengajak teman-teman untuk selalu mengawali belajar lewat Waktu Hening. Setelah dipahami lebih mendalam, hening adalah bukan hanya diam, karena di dalam hening dan diam ada banyak hal yang bisa didapatkan, di dalam diri. Hari ini kakak-kakak belajar tentang diam dan hening. Hal yang umumnya dikenal dengan meditasi. Ternyata diam dan hening adalah tempat di mana kita bisa menjumpai dengan diri kita yang sejati.
Meditasi yang dari luar tampaknya pasif, statis ternyata juga sangat dinamis. Banyak hal terkait pengelolaan diri bisa dilakukan lewat meditasi. Itulah karenanya begitu banyak pendekatan atau teknik-teknik meditasi. Melalui meditasi ini kita bisa mengelola badan, pikiran, emosi dan enerji... Empat aspek kedirian manusia yang bisa dikelola melalui meditasi. Memang tantangannya adalah mendorong diri melakukan ini - dan ini hanya bisa kita lakukan kalau kita paham kepentingannya.
Dulu saya juga sebatas tahu bahwa meditasi itu penting, tapi saya belum betul-betul paham signifikansinya terhadap kedirian seseorang. Saat belajar lebih dalam dan lebih paham, saya sekarang menempatkan waktu hening sebagai ritual harian saya - sepertinya menulis Atomic Essay ini. Harapannya kakak juga lebih paham dan mulai mencoba menempatkan hal-hal ini sebagai pendekatan untuk menemukan, mengenal dan mengelola diri masing-masing lebih baik. Menjadi individu yang lebih baik dan mudah-mudahan jadi fasilitator yang lebih baik pula. Salam.
Photo by Klaus Nielsen